Breaking News

REFLEKSI (Mulailah) Bisnis Pribadi 29 Mar 2023 14:10

Article image
Jadilah pebisnis, maka Anda punya horison hidup jadi lebih luas dan membuka peluang untuk maju di bidang lain, misalnya di dunia politik.
Oleh Valens Daki-Soo
 
 
Janganlah menua dengan penyesalan 'mengapa saya tak berbisnis saat muda?'
Hindari penyesalan itu dengan memulai usaha apa saja, yang penting halal, sesuai dengan minat dan bakat Anda.

Saat yang tepat untuk memulai adalah sekarang ini.
Mulailah dengan apa yang Anda miliki.

Anda mungkin berkilah, "Saya tak punya uang sebagai modal."
Modal untuk memulai bisnis bukan hanya -- dan tidak mesti -- uang.
Kepercayaan diri, semangat tinggi, integritas pribadi, sifat dapat dipercaya, jaringan pertemanan, bisa bekerja sama, itulah modal Anda yang bernilai tinggi.

Ini bukan sekadar omong kosong atau teori belaka. Ini pengalaman pribadi sebagai bukti.

Saya datang dari latar belakang yang sama sekali tak ada kaitan dengan dunia bisnis. Orang tua guru dan petani, sekolah calon pastor (belajar filsafat dan teologi) yang malah menganjurkan semangat kemiskinan sebagai kaul dalam hidup membiara.

Tahun 1994-1998 saya menjadi staf (non organik Deplu RI) Duta Besar Keliling RI Urusan Timor Timur Bapak FX Lopes da Cruz. Sama sekali tak berhubungan dengan bisnis.

Juga belasan tahun bahkan 20-an tahun (sejak 1998) saya bekerja untuk mengabdi NKRI dengan menjadi staf seorang jenderal TNI (yang "concern" dengan reformasi internal TNI) dan seorang lagi jenderal polisi (yang berurusan dengan penanganan radikalisme dan terorisme). Benar-benar jauh dari urusan bisnis. Saya pun hanya bisa menulis, bikin analisis, tak ada kaitan dengan ekonomi/bisnis.

Namun, tahun 2012, saya coba banting setir: memulai bisnis pribadi, membangun perusahaan sendiri sambil tetap bekerja di beberapa kantor/perusahaan/lembaga milik orang lain (mitra kerja dan atasan saya). Modal saya hanyalah spirit atau ethos kerja yang tinggi (mungkin karena pernah miskin saya sangat bergairah untuk bekerja), kepercayaan diri dan jaringan pertemanan. Uang? Saya hanya keluarkan Rp 10 juta untuk biaya akte notaris.

Selanjutnya apa yang terjadi? Begitu tahu saya membuka usaha pribadi, kepercayaan dari relasi pun datang sendiri. Pekerjaan pertama datang dari sebuah bank swasta nasional, lalu menyusul yang lain. Kami menyediakan jasa pelatihan dan konsultasi (training and consulting) untuk para bankir. Kami rekrut para pakar terkait sebagai tim yang bisa melayani: ahli manajemen, pakar sumber daya manusia, psikolog, psikiater (dokter spesialis kesehatan jiwa).

Setelah itu menyusul jenis usaha/bisnis yang lain. Perjalanan kami tidak selalu mulus, sempat dihadang satu-dua kendala termasuk mismanajemen; itulah salah satu pelajaran yang kami petik agar tak terulang lagi. Dalam perjalanan waktu kami ditempa menjadi lebih kuat.

Untuk kawula muda, janganlah sia-siakan masa muda Anda yang sangat berharga. Rugi sekali jika masa muda hanya dijadikan "kenangan yang hampa makna". Khusus untuk kaum muda NTT, berhentilah berangan-angan hanya mau jadi PNS/ASN. Belajarlah berwirausaha. Jika ulet dan tekun, Anda pasti bisa berkembang dan melangkah maju. Jadilah pebisnis, maka Anda punya horison hidup jadi lebih luas dan membuka peluang untuk maju di bidang lain, misalnya di dunia politik.
Tuhan memberkati dan menyertai Anda.

Valens Daki-Soo, Pendiri & CEO PT Veritas Dharma Satya (VDS Group)
 
 
 

Komentar