Breaking News

INTERNASIONAL Akhiri Perselisihan, AS dan Turki Tarik Milisi Kurdi dari Manjib-Suriah 06 Jun 2018 08:49

Article image
Peta wilayah Turki dan Suriah dengan kota Manbij yang menjadi basis Milis Kurdi. (Sumber: getty images)
Ankara menetapkan YPG sebagai kelompok teroris, sedangkan Washington menjadikan kelompok tersebut sebagai mitra penting dalam upaya menggempur organisasi teroris ISIS.

WASHINGTON DC, IndonesiaSatu.co -- Pemerintah Amerika Serikat (AS) dan Turki menyepakati rencana penarikan pasukan Unit Pertahanan Rakyat (YPG) dari kota Manbij di wilayah utara Suriah.

Seperti dilansir Spiegel Online, Rabu (6/6/2018), kesepakatan tersebut dihasilkan dalam pertemuan Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu dan Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo di Washington DC, Senin (4/6/2018) lalu.

"Amerika Serikat dan Turki sepakat melakukan kerjasama untuk menyelesaikan konflik bilateral mengenai kehadiran milisi Unit Pertahanan Rakyat (YPG) di Manbij,"  demikian pernyataan yang beredar di media seperti dikutip dari Spiegel Online, Rabu (6/6/2018).

YPG merupakan sayap militer Kelompok Kurdi yang ditetapkan sebagai teroris dan dilarang oleh otoritas Turki.

Perselisihan bilateral AS dan Turki timbul karena Ankara menetapkan YPG sebagai kelompok teroris, sedangkan Washington menjadikan kelompok tersebut sebagai mitra penting dalam upaya menggempur organisasi teroris ISIS.

Turki menentang AS yang mendukung YPG bertempur melawan ISIS di Manbij. Kelompok itu bahkan memiliki benteng pertahanan di Manbij sejak 2016 silam.

Dukungan AS terhadap YPG diberikan melalui latihan-latihan militer dan suplai senjata serta peralatan tempur lainnya.

YPG dan Kelompok Kurdi diyakini memiliki hubungan langsung dengan Partai Pekerja Kurdi (PKK) yang melawan militer Turki selama bertahun-tahun. Ribuan orang tewas dalam aksi saling serang kedua pihak.

--- Rikard Mosa Dhae