Breaking News

HUKUM Anies Dilaporkan ke KPK Terkait Dugaan Penyimpangan Dana Pameran Buku Frankfurt 10 Mar 2017 13:43

Article image
Calon Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan. (Foto: Ant)
Selain terkait korupsi, dalam laporannya, Andar menuding Anies secara sengaja menyusupkan pameran buku soal pemberantasan PKI. Hal itu dilakukan saat Kemendikbud sedang mempromosikan buku Laskar Pelangi.

JAKARTA, IndonesiaSatu.co -- Calon Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan dilaporkan ke KPK atas dugaan penyimpangan penggunaan dana di pameran Frankfurt Book Fair 2015. Anies diduga menyalahgunakan kewenangannya saat menjabat Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) di Kabinet Kerja Presiden Joko Widodo.

Laporan tersebut dilayangkan Andar Mangatas Situmorang pada Kamis (9/3) kemarin. Andar menduga Anies secara sengaja menyelewengkan dana pameran yang berlangsung selama 3 hari di Jerman itu.

"Iya saya melaporkan kemarin. Mantan Mendikbud Anies Baswedan melakukan korupsi sistematis selama 3 hari acara pameran buku di Jerman mulai 14-18 Oktober 2015 dengan biaya Rp 146 miliar," ujar Andar, di Jakarta, Jumat (10/3/2017). 

Selain terkait korupsi, dalam laporannya, Andar menuding Anies secara sengaja menyusupkan pameran buku soal pemberantasan PKI. Hal itu dilakukan saat Kemendikbud sedang mempromosikan buku Laskar Pelangi karya Andrea Hirata.

"Anies secara suka-suka merekrut budayawan Gunawan Muhammad sebagai Ketua Komite Pelaksana dalam kegiatan tersebut. Kemendikbud diminta untuk memperkenalkan budaya Indonesia di kancah internasional yakni pameran kebudayaan dan buku Laskar Pelangi karya Andrea Hirata namun justru disusupi pameran buku Amba dan Pulang yang kita tahu buku ini tidak populer membahas tentang pembasmian PKI 1965," kata Andar seperti dikutip Detikcom

Andar mengatakan, penyusupan buku tentang PKI itu sebagai bentuk manipulasi. Apalagi paham PKI sudah diberantas di Indonesia.

"Dengan disusupi pameran buku Amba dan Pulang sangat merugikan seluruh rakyat dan bangsa Indonesia bahkan menimbulkan kekhawatiran paham komunis ingin kembali dibangkitkan di kancah internasional mengingat di Indonesia paham PKI sudah ditentang dan diberantas," jelasnya. 

Terkait laporan itu, Juru Bicara KPK, Febri Diansyah mengatakan akan menelusuri kasus tersebut.

"Yang bisa kita informasi, memang benar ada pelaporan dan seperti semua laporan atau pengaduan yang masuk, akan kami telaah. Akan kita lihat apakah ada indikasi korupsi atau tidak," kata Febri.

---

Komentar