INTERNASIONAL AS Siagakan Pembom Nuklir B-52 Hadapi Korea Utara 23 Oct 2017 14:14
Presiden Trump menegaskan, Amerika Serikat ‘siap untuk (mengumumkan) keputusan apa pun’ terkait ancaman berbahaya rezim Jong-un.
WASHINGTON, IndonesiaSatu.co -- Angkatan Udara Amerika Serikat (AS) dikabarkan sedang menyiapkan langkah-langkah untuk menyiagakan pesawat pembom nuklir B-52 untuk pertama kalinya sejak era Perang Dingin. Seperti dikutip dari Spiegel Online, Senin (23/10/2017), hal tersebut dikemukakan oleh Kepala Staf Angkatan Udara AS, Jenderal David Goldfein.
Goldfein mengatakan, pesawat pembom B-52 dan tim awaknya akan disiagakan di sebuah pangkalan udara di wilayah Louisiana. Keputusan AS untuk menyiagakan B-52 yang bermuatan senjata nuklir merupakan respon terbaru atas ancaman perang yang disuarakan oleh pemimpin Korut Kim Jong-un.
Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump menegaskan, Amerika Serikat ‘siap untuk (mengumumkan) keputusan apa pun’ terkait ancaman berbahaya rezim Jong-un. Saling tukar ‘pernyataan perang’ antara Presiden Trump dan Kim Jong-un memicu kekhawatiran masyarakat internasional akan kembali terjadinya perang dunia.
Bomber nuklir B-52 Stratofortress diluncurkan pada 1955 dan disiagakan selama era Perang Dingin. Pesawat pembom strategis jarak jauh itu mampu mengangkut sekitar 70.000 ton senjata nuklir dan konvensional, termasuk bom, ranjau, dan rudal.
Didukung oleh delapan mesin turbo-jet, pesawat pembom B-52 mampu terbang dengan kecepatan tertinggi mencapai 650mph dan jarak 8.800 mil. Pesawat pembom tersebut diakui oleh produsennya, Boeing, sebagai ”bomber tempur berkemampuan paling tinggi” yang dimiliki militer AS.
Di sisi lain, kubu Jong-un kembali memperingatkan, sikap Trump bisa membawa AS menuju ke kehancuran. Hal itu berhubungan dengan kebijakan Trump yang menempatkan kapal induk USS Ronald Reagan di Semenanjung Korea.
--- Rikard Mosa Dhae