REGIONAL Bahas Polemik Lahan HGU Nangahale Bersama Uskup Maumere, Melki Mekeng Minta Bupati Sikka Terpilih Realisasikan Kebijakan Redistribusi 10 Feb 2025 20:31
"Jadi, saya minta kepada Pak Bupati terpilih ini, supaya segera lakukan redistribusi," harap Melki Mekeng.
MAUMERE, IndonesiaSatu.co-- Anggota DPR RI dari fraksi Partai Golkar, Melchias Markus Mekeng meminta agar Bupati Sikka terpilih, Juventus Prima Yoris Kago,
merealisasikan kebijakan redistribusi lahan Hak Guna Usaha (HGU) Nangahale yang hingga kini masih menjadi polemik.
Permintaan tersebut tentu akan menjadi pertimbangan bagi Juventus dan Simon Subandi setelah dilantik sebagai Bupati dan Wakil Bupati Sikka 2025-2030, yang dijadwalkan akan digelar pada tanggal 20 Februari 2025 mendatang.
Permintaan Politisi senior Partai Golkar itu disampaikan usai bertemu Yang Mulai Uskup Maumere, Mgr. Ewaldus Martinus Sedu, Pr di Istana Keuskupan Maumere, Senin (10/2/2025).
Melansir kupang.tribunnews.com, saat bertemu Uskup Ewaldus, Melki Mekeng didampingi Bupati Sikka tepilih, Juventus Prima Yoris Kago dan Penjabat Bupati Sikka, Adrianus Firminus Parera.
Dalam pertemuan itu, ketiga tokoh sempat membahas masalah lahan HGU di Nangahale yang masih menjadi polemik hingga saat ini.
Segera Diselesaikan
Usai bertemu Yang Mulai Uskup Maumere, Melki Mekeng mengatakan bahwa dirinya menginginkan agar masalah tanah HGU di Nangahale segera diselesaikan.
"Saya ingin permasalahan tanah HGU di Nangahale itu bisa segera diselesaikan. Dan secara legal, tanah ini sudah dimiliki sebagian oleh Keuskupan dan sebagian oleh pemerintah. Jadi bagi masyarakat yang merasa mereka juga punya hak di situ, silahkan datang kepada pemerintah, karena pemerintah yang punya hak mendistribusikan (di mana-mana, red) yang harus mereka berikan," ujar Melki Mekeng.
Ketua Komisi X DPR RI itu secara tegas mengingatkan agar orang-orang yang tidak mempunyai kepentingan di lahan HGU Nangahale dan diduga melakukan provokasi, seharusnya segera sadar bahwa Kabupaten Sikka butuh ketenangan dan pembangunan.
"Kalau dibikin provokasi seperti ini sampai ada berita ke luar negeri, yang rugi adalah rakyat sendiri. Jadi, saya minta kepada Pak Bupati terpilih ini, supaya segera lakukan redistribusi. Bagi masyarakat yang merasa punya keinginan, silahkan datang ke pemerintah dan saya minta kepada masyarakat kasih tenggang waktu bagi yang belum mau, kalau selesai tenggang waktu dan mereka belum datang, maka ditutup dan tidak boleh masuk lagi," tegasnya.
Menurut Mekeng yang juga Ketua Banggar MPR RI itu, hal itu dilakukan agar masalah ini segera selesai dan tidak berkembang hingga membuat keresahan di tingkat regional maupun nasional.
Melki Mekeng berharap agar masyarakat dan umat harus hidup tenang dan tidak melawan gereja Katolik dan Uskup Maumere sebagai pemimpin Gereja Katolik di wilayah Keuskupan Maumere dan para pastor.
Ia juga berharap agar para imam Katolik di wilayah Keuskupan Maumere yang memiliki pandangan yang berbeda terkait masalah lahan HGU Nangahale, sebaiknya kembali bersama Keuskupan.
"Jangan menjadi orang yang memprovokasi masyarakat yang tidak tahu apa-apa," harap Melki Mekeng.
Sementara Bupati Sikka terpipih, Juventus Prima Yoris Kago, mengatakan bahwa saat ini dirinya bersama Pak Simon Subandi Supriadi, masih dalam persiapan pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Sikka.
"Saat ini kita masih fokus untuk pelantikan," kata Juventus singkat.
--- Guche Montero
Komentar