Breaking News

NASIONAL BGN Konfirmasi Efisiensi Anggaran MBG, Segini Angka Potongan yang Beredar! 27 Jun 2026 07:46

Article image
Agustina Arumsari, Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN)
"Ya benar, kami sedang melakukan efisiensi atau refocusing anggaran. "

Jakarta,IndonesiaSatu.co-- Agustina Arumsari, Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) tanggapi mengenai kabar rencana efisiensi anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Kepada wartawan, Arumsari mengungkapkan sedang melakukan efisiensi anggaran namun untuk angka pastinya menyusul.
"Ya benar, kami sedang melakukan efisiensi atau refocusing anggaran. Angka pastinya menyusul," ungkap Arumsari, Sabtu (27/6).

Ditanya mengenai langkah-langkah yang bakal dilakukan BGN dalam upaya memangkas anggaran, Arumsari enggan menjelaskan lebih lanjut. Dia memastikan akan menerangkan ke publik apabila proses pemangkasan sudah final.

"Nah, itu nanti dulu ya. Detailnya nanti kalau sudah siap, kami konferensi pers," katanya.

Diketahui, upaya penghematan lagi dari BGN telah dibocorkan oleh Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. Dia mengaku telah mengadakan pertemuan dengan Kepala BGN Nanik S Deyang di Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat pada Kamis (25/6). Salah satunya membahas upaya efisiensi anggaran.

Purbaya membeberkan BGN akan kembali melakukan efisiensi anggaran dalam jumlah besar. Saat ditanya berapa jumlah yang dilakukan penghematan, ia meminta semua pihak untuk menunggu pengumuman BGN.

"Kemarin saya ketemu Kepala BGN. Dia melaporkan akan ada penghematan lebih lanjut dari program BGN. Saya pikir cukup signifikan, tetapi nanti biar Kepala BGN yang mengumumkan," beber Purbaya dalam konferensi pers di kantornya, Jakarta Pusat, Jumat (26/6).


Mengenai penghematan sebesar Rp 40 triliun seperti berita yang beredar sebelumnya, Purbaya tidak menjawab secara tegas.

"Mungkin (sekitar Rp 40 triliun). Tanya dia saja (BGN), dia lebih ngerti daripada saya. Nanti akan signifikan lah pemotongannya, tetapi bukan saya yang usul ya, Kepala BGN sendiri," pungkas Purbaya.*

 

--- Hendrik Penu

Komentar