KESEHATAN Bupati Ende Komit Tangani Warga Dengan Gangguan Jiwa 15 Nov 2021 20:30
Bupati Djafar berharap agar para tenaga kesehatan (30-50 nakes) yang sudah mendapat pelatihan bisa membantu mempercepat penangangan ODGJ di Ende.
ENDE, IndonesiaSatu.co-- Bupati Ende, H. Djafar H. Achmad menyatakan komitmennya untuk menangani dan mengatasi Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) di Kabupaten Ende.
Hal itu diutarakan Bupati Djafar dalam sesi Dialog usai kegiatan Pelatihan Kesehatan Jiwa bagi para tenaga kesehatan yang diselenggarakan di Hotel Syifa, jalan Gatot Soebroto Ende, Senin (14/11/2021).
Melalui tayangan channel Youtube Kasih Insani Channel (https://youtu.be/pwx0b4U0L54), Dialog tersebut dihadiri oleh Bupati Djafar, Pendiri Kelompok Kasih Insansi (KKI), P. Avent Saur, SVD, Tim dari Kemenkes RI, Tim dari Dinas Kesehatan Kabupaten Ende dan Tim dari Dinas Kesehatan Provinsi NTT.
Sebelum menyatakan komitmen terhadap masalah ODGJ di Kabupaten Ende, Bupati Djafar menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Tim Kemenkes RI yang telah menggelar kegiatan Pelatihan Kesehatan Jiwa bagi para tenaga kesehatan.
"Ini sangat luar biasa, karena telah menaruh perhatian untuk masyarakat kabupaten Ende sehingga membuat kami lebih semangat dalam menghadapi dan mengatasi ODGJ di Ende. Terima kasih," kata Bupati Djafar.
Bupati Djafar berharap agar para tenaga kesehatan (30-50 nakes) yang sudah mendapat pelatihan bisa membantu mempercepat penangangan ODGJ di Ende.
"Dalam setiap pelayanan harus berdasarkan kasih, termasuk mengunjungi tempat-tempat yang terdapat pasien ODGJ," pesan Djafar.
Disinggung mengenai anggaran, Bupati Djafar menegaskan bahwa itu menjadi tangggung jawab pemerintah.
"Pemerintah akan siapkan anggaran semaksimal mungkin untuk mengatasi persoalan-persoalan terkait kesehatan ODGJ. Yang penting tenaga kesehatan sudah ada. Anggaran kita siapkan. Mudah-mudahan ke depan persoalan ODGJ di Ende bisa kita atasi," harap Bupati.
Dukung Bebas Pasung dan Hilangkan Stigma
Saat disinggung oleh Pater Avent Saur soal masih adanya pasien ODGJ di Ende yang dipasung, Bupati Djafar mengaku sangat membutuhkan bantuan Relawan KKI dan Yayasan Insani Ende.
"Sebagai Bupati, saya sangat concern terhadap pemasungan. Saya minta Yayasan Insani Ende untuk bantu pemerintah untuk buka pasung itu. Sebab, yang lebih tahu teman-teman dari Yayasan itu yang sering keliling dan masuk kampung. Berilah informasi kepada pemerintah sehingga dengan segera bersama Yayasan untuk buka pasung pasien ODGJ yang ada di Ende," ajak Bupati.
Sementara untuk keluarga penderita gangguan jiwa, Bupati Djafar berpesan untuk hentikan stigma.
"Semua warga negara menjadi tanggung jawab negara. Keluarga penderita ODGJ diharapkan agar jangan membuat stigma. Jangan menjauhi mereka, dekatilah mereka. Negara hadir untuk membantu Bapa-Ibu agar mempercepat proses sehingga ODGJ cepat kembali kepada keluarga. Harapan saya, keluarga penderita jangan men-stigma, jangan mejauhi mereka rangkullah mereka. Pemerintah akan hadir untuk membantu percepatan proses penyembuhannya," janji Bupati Djafar.
Sementara itu, Direktur pada Direktorat Pencegahan dan Pengendalian Masalah Kesehatan Jiwa dan Napza Kemenkes RI, dr. Celestinus Egya Munthe (psikiater), padaa kesempatan itu menyampaikan terima kasih kepada Bupati Ende yang telah menyatakan komitmen dengan memberi kesempatan untuk mengupayakan peningkatan layanan kesehatan jiwa.
"Apabila tenaga kesehatan sudah kita siapkan peningkatan kompetensinya, maka pemerintah daerah menyiapkan anggaran untuk memenuhi kebutuhan pemulihan jiwa," ungkap Dokter Munthe.
Menurut dr. Munthe, hal itu sudah sangat besar artinya bagi pelayanan kesehatan masyarakat.
"Perkataan Bupati Ende bukan hanya dalam bentuk komitme, tetapi juga sudah sampai pada tahap rencana untuk menyiapkan Tim Pembina Kesehatan Jiwa Masyarakat (TPKJM) yang nanti di-SK-kan dengan SK Bupati tentunya. Ini menjadi jelas arah pelayanan kesehatan jiwa masyarakat di Kabupaten Ende dan dapat diukur keberhasilannya," simpul dr. Munthe.
--- Guche Montero
Komentar