KEUANGAN Dukung Ekonomi Rakyat, BRI Group Pangkas Suku Bunga PNM Mekaar 5% Setelah 10 Tahun 15 Feb 2026 09:21
SUMEDANG, IndonesiaSatu.co — PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. atau BRI Group mengambil langkah strategis untuk memperkuat ekonomi kerakyatan dan mendukung target 3 juta rumah pemerintah. Dalam aksi korporasi terbaru, BRI Group resmi memangkas suku bunga pembiayaan PNM Mekaar sebesar 5%.
Kebijakan ini menjadi catatan sejarah karena untuk pertama kalinya dalam 10 tahun perjalanan PNM Mekaar, tingkat suku bunga diturunkan. Langkah ini sekaligus menjadi implementasi dari strategi nasional "Indonesia Incorporated" yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto.
Direktur Corporate Banking BRI, Riko Tasmaya, menyatakan bahwa penurunan bunga ini ditujukan langsung untuk memberikan ruang fiskal yang lebih lega bagi para perempuan pelaku usaha ultra mikro.
"Kebijakan ini akan secara langsung menurunkan besaran angsuran nasabah. Kami ingin memastikan mereka dapat mengakses pembiayaan formal yang semakin terjangkau, sekaligus memperkuat perlindungan nasabah dari praktik pinjaman online ilegal," ujar Riko dalam acara sinergi antarlembaga di Sumedang, Jumat (13/2/2026).
Strategi ini selaras dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang menekankan kolaborasi lintas skala usaha. Presiden menegaskan bahwa ekonomi nasional harus dibangun dengan prinsip saling menopang, di mana usaha besar menarik usaha yang lemah untuk maju bersama.
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait, mengapresiasi keberpihakan BRI. "Penurunan suku bunga dari BRI Group ini adalah jawaban nyata atas kebutuhan masyarakat. Presiden Prabowo tentu sangat senang karena kebijakan ini benar-benar berbuah baik bagi rakyat," kata Maruarar.
Tak hanya di sektor ultra mikro, BRI Group juga melakukan ekspansi masif di sektor properti melalui skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP). Pada tahun 2025, BRI meningkatkan kuota FLPP hingga 100% (YoY), dari 32.000 unit menjadi 60.000 unit rumah.
Hingga 11 Februari 2025 saja, BRI telah menyalurkan FLPP untuk 3.174 unit rumah, menempatkan perseroan sebagai salah satu penyalur tertinggi di industri perbankan nasional.
Selain itu, BRI memperkuat penyaluran Kredit Program Perumahan (KPP). Per 2026, BRI telah menyerap kuota KPP sebesar Rp2,30 triliun yang disalurkan kepada 17.443 debitur. Angka ini setara dengan 52,2% dari total penyaluran KPP secara nasional.
"Mengingat backlog kepemilikan rumah yang mencapai 32,3 juta, BRI berkomitmen menjadi enabler pembangunan dengan memperluas akses hunian yang inklusif sekaligus menjaga ketahanan ekonomi keluarga," pungkas Riko. ***
--- Sandy Javia
Komentar