NASIONAL Frans Lebu Raya Meninggal Dunia, Megawati dan Warga PDI Perjuangan Berduka 19 Dec 2021 22:04
Kader dan ketua umumnya Megawati Soekarnoputri berduka atas meninggalnya mantan Gubernur NTT Frans Lebu Raya.
KUPANG, IndonesiaSatu.co -- Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) periode 2008 hingga 2018 (dua periode) Frans Lebu Raya meninggal dunia pada Minggu (19/12/2021) siang setelah dirawat intensif di Rumah Sakut Sanglah Bali.
Bernadus adik kandung dari tokoh PDI Perjuangan itu, ketika dikonfirmasi di Kupang, Minggu siang membenarkan kabar tersebut.
"Benar Kaka saya baru saja meninggal di RS Sanglah, dan saat ini saya sedang bersiap untuk ke Bali," katanya kepada Antara News.
Kepergian Frans Lebu Raya menjadi duka tersendiri bagi warga PDI Perjuangan. Sekretaris Jenderal DPP PDI Pejuangan Hasto Kristiyanto mengatakan, kader dan ketua umumnya Megawati Soekarnoputri berduka atas meninggalnya mantan Gubernur NTT Frans Lebu Raya.
"Begitu mendapat kabar itu, saya langsung melaporkan kepada Ibu Megawati Soekarnoputri. Beliau menyampaikan duka cita yang mendalam, mendoakan semoga Pak Frans Lebu Raya dilancarkan jalannya dan mendapat tempat terbaik di surga," kata dia, Minggu (19/12/2021).
Menurut Hasto, Megawati memberikan arahan agar seluruh kader PDIP dapat memberikan penghormatan terbaik kepada Almarhum Frans Lebu Raya.
"Dalam rekam jejak sejarah partai, Pak Frans sosok yang teguh pada prinsip, pejuang partai dan dimasa sulit ketika mendapat tekanan pemerintahan otoriter Orde Baru, Pak Frans sangat loyal pada Bung Karno, Ibu Megawati, dan PDI Perjuangan. Seluruh anggota dan kader partai meneladani perjuangan beliau dengan memberi penghormatan terakhir sesuai protokol partai," ungkap dia seperti dilansir dari liputan6.com.
Secara pribadi, kata Hasto, sejak Kongres PDI Perjuangan 2005, 2010, dan 2015, almarhum Frans selalu dipercaya oleh utusan Kongres sebagai Pimpinan Sidang Sementara Kongres.
"Pak Frans juga yang dihadapan peserta kongres memimpin upacara pengucapan Janji Jabatan Ketua Umum terpilih secara aklamasi, Ibu Megawati Soekarnoputri," kata dia.
"Selamat jalan Pak Frans, doa kami menyertaimu," tutup Hasto.
Tiga minggu dirawat
Bernadus menjelaskan bahwa memang benar sudah selama tiga minggu terakhir pendiri PDI Perjuangan NTT itu dirawat intensif di RS tersebut.
Hal tersebut juga diakui oleh salah seorang staf Khusus Gubernur NTT Aloysius Liliweri. Ia mengatakan bahwa Pemprov NTT berduka atas berpulangnya mantan Gubernur NTT itu.
"Pak Gubernur sudah perintahkan agar menyiapkan segala sesuatu," tambah dia.
Sementara itu Ketua DPRD NTT sekaligus Ketua DPD PDI Perjuangan NTT Emilia Nomleni mengatakan bahwa masih menunggu informasi lanjutan apakah jenazah mantan Gubernur NTT itu akan dikebumikan di NTT atau di Bali.
"Kita masih menunggu informasi lagi. Tapi yang pasti masyarakat NTT kehilangan seorang tokoh besar," ujar dia.
--- Simon Leya
Komentar