REFLEKSI Jadilah 'Fighter', Bukan 'Galau-er' 08 Nov 2023 08:51
Manusia pejuang atau 'penempur' tak memberi ruang bagi keputusasaan', tidak membuka peluang bagi pengaruh negatif dari manapun datangnya.
Oleh Valens Daki-Soo
Setiap kali melintasi tol lewat Bekasi menuju Karawang, saya selalu teringat puisi penyair paling legendaris Chairil Anwar "Karawang-Bekasi". Masih ingat juga kah?
"Kami yang terbaring antara Karawang dan Bekasi..." Ini baris pembuka yang paling sugestif dan imajinatif, mengantar kita ke dekat semburan deras spirit heroisme, patriotisme dan nasionalisme.
Dari sejarah perjuangan bangsa kita belajar, Karawang pernah menjadi basis, pangkal perjuangan -- itu sebabnya Karawang punya julukan herois "Kota Pangkal Perjuangan".
Di sana ribuan pejuang berkalang tanah melawan kolonialis Belanda.
Jauh sebelum para pejuang kemerdekaan, dulu pasukan Mataram yang akan menyerang VOC Belanda pun menjadikan Karawang 'daerah basis', tempat menyusun kekuatan, konsolidasi pasukan, mengatur strategi, menyiapkan suplai logistik, dan meluncurkan operasi intelijen tempur (mengirim mata-mata, pengumpulan data, dan sebagainya).
Puisi Chairil Anwar menggetarkan jiwa dan menggugah kita agar menjadi pejuang.
Ya, dalam konteks kekinian, pejuang kehidupan yang lebih baik, sejahtera dan bermartabat.
Puisi itu (harusnya) memprovokasi kita -- khususnya anak-anak muda -- untuk berani dan lebih 'bernyali' menerobos kebuntuan nasib, berderap ke depan 'menyerbu' dan mengolah berbagai peluang kemajuan.
Puisi itu mengajak kita menjadi "fighter", bukan "galau-er" alias orang yang mudah patah semangat, cepat menyerah, suka mengeluh bahkan punya 'hobi' mengumbar masalah pribadi ke depan publik agar dikasihani dan diberi simpati.
Manusia berkarakter pejuang dan bermental pemenang tidak butuh dikasihani atau mendapat simpati murahan.
Dia tangguh mental dan kuat jiwanya.
Dia prima semangatnya dan gagah langkahnya.
Manusia pejuang atau 'penempur' tak memberi ruang bagi keputusasaan', tidak membuka peluang bagi pengaruh negatif dari manapun datangnya.
Dia berpegang teguh pada prinsip dan suara hati, yakin pada diri sendiri, dan sepenuhnya percaya pada dahsyatnya Daya Ilahi.
Selamat berjuang, para Sahabat.
Selamat mewujudkan impian Anda, manusia-manusia bermental pemenang!
Penulis adalah peminat filsafat dan psikologi, pengusaha dan politisi, Pendiri & Pemimpin Umum IndonesiaSatu.co
Komentar