Breaking News

EKONOMI Kejar Pertumbuhan 5,7% di Kuartal II/2026, Menkeu Purbaya Siapkan Stimulus Tambahan 27 Apr 2026 10:42

Article image
Purbaya optimistis target tersebut dapat dicapai dengan memaksimalkan sisa waktu yang ada di kuartal II, yakni periode Mei hingga Juni 2026.

JAKARTA, IndonesiaSatu.co Pemerintah mematok target pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 5,7% pada kuartal II/2026. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan bahwa target ini didasarkan pada perhitungan cermat mengenai dinamika ekonomi domestik dan global yang masih terus bergerak.

Purbaya optimistis target tersebut dapat dicapai dengan memaksimalkan sisa waktu yang ada di kuartal II, yakni periode Mei hingga Juni 2026. Pihaknya menyatakan pemerintah siap melakukan intervensi kebijakan jika indikator ekonomi menunjukkan tanda-tanda perlambatan.

“Kami akan dorong ke sana (5,7 persen). Ini kan April belum habis. Masih ada Mei dan Juni, kami akan kasih dorongan lagi ke ekonomi,” ujar Purbaya di Jakarta, Jumat (24/4/2026).

Strategi Optimalkan Instrumen Fiskal

Dalam upaya mencapai angka 5,7%, pemerintah berencana untuk mengoptimalkan penggunaan berbagai instrumen fiskal. Fokus utamanya adalah menjaga agar konsumsi rumah tangga dan investasi tetap bergerak positif di tengah tantangan eksternal.

Beberapa strategi yang disiapkan pemerintah antara lain:

  • Pemberian Stimulus: Pemerintah membuka peluang untuk memberikan stimulus dari berbagai sisi sebagai respons cepat terhadap potensi perlambatan ekonomi.

  • Monitoring Ketat: Melakukan pemantauan intensif terhadap perkembangan global, termasuk fluktuasi harga komoditas dan tekanan ekonomi eksternal.

  • Penguatan Daya Beli: Fokus utama kebijakan tetap diarahkan pada penguatan daya beli masyarakat dan keberlanjutan sektor usaha.

"Kalau melambat, saya akan kasih stimulus dari berbagai sisi. Fokus utamanya adalah menjaga stabilitas ekonomi agar tetap tumbuh konsisten," tambah Purbaya.

Menjaga Stabilitas di Tengah Ketidakpastian

Pemerintah menyadari bahwa kondisi ekonomi global saat ini masih dilingkupi ketidakpastian, mulai dari tekanan geopolitik hingga gangguan pada rantai pasok dunia. Namun, kondisi domestik yang dinilai relatif terjaga menjadi modal kuat bagi Indonesia untuk terus tumbuh.

Kebijakan fiskal akan terus diposisikan sebagai alat utama untuk meredam dampak negatif dari faktor eksternal sekaligus menjadi akselerator aktivitas ekonomi di dalam negeri. Sinergi antar sektor juga ditekankan untuk memastikan laju pertumbuhan tetap terjaga hingga akhir periode kuartal II pada Juni 2026.

Hingga saat ini, pemerintah masih terus memantau indikator ekonomi makro secara harian. Kebijakan lanjutan akan disesuaikan dengan dinamika yang terjadi di lapangan hingga akhir kuartal II guna memastikan target pertumbuhan 5,7% tetap berada dalam jangkauan.***

--- Sandy Javia

Komentar