Breaking News

REFLEKSI Kekuatan Seulas Senyum 26 May 2024 12:31

Article image
Ilustrasi senyum. (Foto: Dental Education)
Penelitian menunjukkan bahwa tersenyum membantu mengendurkan otot-otot wajah; dan dengan demikian, memperoleh efek emosional yang positif dan peningkatan suasana hati.

Oleh Valens Daki-Soo

Anda pikir hanya bibir yang bisa tersenyum? Tidak. Mata pun bisa tersenyum (smiling eyes). Ya, wajah Anda pun mampu tersenyum (smiling face). Saya punya refleksi 'teologi pribadi' beranggapan, Allah itu selalu tersenyum (a smiling God), karena melihat semesta ciptaan-Nya selaras dan semua makhluk berbahagia.

Senyum itu lebih daripada sekadar menyapa. Dia berdaya mengubah. Jika Anda merasa tertekan, masuklah ke dalam kamar dan tataplah diri Anda sendiri dalam cermin. Tersenyumlah. Maka Anda lihat wajah Anda yang tadinya kuyu menjadi lebih bersinar, dan mata Anda kembali memancarkan harapan dan kekuatan.

Jika Anda menghadiri sebuah pesta nikah, senyum tulus dan hangat Anda dapat 'ditangkap' hati pengantin. Mereka pasti 'tertular' senyuman Anda, dan niscaya senyum itu lebih membahagiakan mereka, ketimbang Anda datang menjebloskan segepok uang di dalam kotak lalu menghampiri pengantin dengan ekspresi wajah 'dingin' bagai tentara yang ingin memberikan 'hormat militer' dan 'salam komando'.

Tentu saja, segepok uang itu tidak bersalah, malah menjadi begitu 'keren' kalau disertai senyuman tulus dan hangat.

"Smile. Why? Because it makes you attractive.
It changes your mood.
It relieves stress.
And it helps you stay positive."

Pooja Chugh dalam karyanya berjudul "The Power of a Smile" pernah berkisah, pada tahun 2019, Eliud Kipchoge mencetak rekor dunia baru dan berhasil menjadi orang pertama yang berlari maraton (26,2 mil atau 42,2 kilometer) dalam waktu kurang dari dua jam. Dia mengatasi dan menang melawan tantangan yang belum lama ini tampaknya tidak mungkin tercapai.

Menyaksikan Eliud Kipchoge berlari memberikan inspirasi dalam banyak hal. Saat menyaksikan beliau mencapai sesuatu yang tampaknya mustahil bagi manusia, ada banyak pelajaran yang dapat diambil dari beliau tentang cara mengatasi hambatan yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Meskipun ia mempertahankan kecepatan luar biasa melalui performa yang tampaknya mudah, strateginya untuk mengatasi ketidaknyamanan selama segmen balapan yang paling berat adalah yang paling mengesankan.

Sebagai penonton dan atlet, saya memerhatikan bahwa selama segmen lomba yang penuh tantangan, ekspresi wajah Eliud Kipchoge tidak menunjukkan rasa sakit akibat ketegangan saat berlari dengan kecepatan luar biasa, namun dia tersenyum.

Dia tidak tersenyum karena yakin bisa mencapai tujuannya atau karena dia berusaha menyamarkan kelelahannya di depan penonton.

Ia hanya tersenyum untuk membantunya rileks dan menjaga energi serta semangat positif saat intensitasnya mulai meningkat. Kekuatan senyuman membantu Eliud Kipchoge menciptakan sejarah dan menjadi pelari maraton tercepat di dunia.

Strategi tersenyum Eliud Kipchoge tidak terbatas pada pelari saja. Sebagai pengacara, kami terus-menerus bekerja di lingkungan yang penuh tekanan dan sering kali menghadapi situasi tekanan dan stres yang tinggi; dan oleh karena itu, penelitian menemukan bahwa pengacara mengalami tingkat kesepian, depresi, dan kecemasan yang tinggi. Namun, tersenyum dapat membantu siapa pun merasa lebih baik, dalam situasi seperti itu. Yang diperlukan hanyalah satu senyuman.

Sebuah studi yang dipimpin oleh Noel Brick, peneliti psikologi olahraga dan olahraga di Universitas Ulster, menemukan bahwa ekspresi wajah dan keadaan emosi yang menyertainya berhubungan satu sama lain. Akibatnya, ketika seseorang membuat ekspresi wajah tersenyum, kemungkinan besar mereka akan mengalami keadaan emosional yang bahagia.

Penelitian menunjukkan bahwa tersenyum membantu mengendurkan otot-otot wajah; dan dengan demikian, memperoleh efek emosional yang positif dan peningkatan suasana hati.

Tindakan tersenyum mengaktifkan jaringan saraf yang meningkatkan mood dan mengurangi stres.

Makalah Brian Luke Seward, "Managing Stress: Principles and Strategies for Health and Well-Being" membahas bagaimana tersenyum merangsang koneksi saraf yang mengarah pada pengurangan stres.

Koneksi saraf yang dirangsang oleh senyuman juga menyebabkan lonjakan suasana hati yang meningkatkan endorfin, dopamin, dan serotonin, sehingga menimbulkan perasaan bahagia.

Tersenyum tidak hanya memberikan dampak positif terhadap kesejahteraan mental, tetapi juga berkontribusi terhadap peningkatan kesehatan fisik karena tersenyum juga terbukti menurunkan detak jantung dan tekanan darah yang tinggi.

Tersenyum tidak hanya meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan pribadi Anda, namun juga berdampak signifikan terhadap orang-orang di sekitar Anda. Senyuman Anda benar-benar menular!

Dalam sebuah penelitian yang diterbitkan dalam Scandinavian Journal of Psychology, Reaksi mimikri otomatis terkait dengan perbedaan empati emosional, ketika peserta diperlihatkan gambar ekspresi wajah dari berbagai emosi, gambar orang yang tersenyum memicu peserta secara alami untuk meniru ekspresi wajah dan tersenyum juga.

Saat Anda tersenyum pada seseorang, kemungkinan besar mereka juga akan mulai tersenyum. Senyuman Anda tidak hanya meningkatkan suasana hati Anda, tetapi juga memberikan dampak positif bagi orang lain.

Kekuatan sebuah senyuman tidak boleh dianggap remeh. Senyuman berbagi harapan, kasih sayang, dan kedamaian. Senyum mempunyai kekuatan untuk membawa terang dalam kegelapan, membawa energi positif dalam hari, mengurangi stres dalam hidup dan membawa kebahagiaan yang lebih besar di dunia.

Ya. Tersenyumlah, karena senyum punya kekuatan ini: bikin Anda tampak atraktif alias menarik. Senyum yang lepas dari hati mampu mengubah 'mood' Anda. Senyum pun mengurangi bahkan mengusir stres. Jika Anda mudah tersenyum, ya jika Anda punya 'a smiling face', pikiran dan hidup Anda dilabuhkan dalam frekuensi positif dalam menjalani kehidupan.

Anda mungkin berkomentar jenaka, "Emangnya gue gak dianggap gila jika sembarangan senyum."

Tentu. Tak perlu sembarangan, dan tak ada senyuman yang sembarangan. Senyum selalu bertujuan: membagi spirit kebaikan dan mempertebal atmosfir kedamaian.

Pribadi yang bahagia tetap mampu tersenyum meski tengah menghadapi tantangan. Bahkan meski bibirnya tak tersenyum, hatinya bisa tersenyum dan itu terpantul pada wajah yang memancar semburat pesona yang kuat, meneduhkan, mendamaikan, juga menyehatkan. Nah, jika Anda terlihat awet muda, itulah bonusnya.

Penulis adalah peminat filsafat dan psikologi, pengusaha dan politisi, Pendiri & Pemimpin Umum IndonesiaSatu.co

 

Komentar