Breaking News

INTERNASIONAL Kirim USS Zumwalt, AS Balik Gertak Kim Jong-un 23 Mar 2017 06:12

Article image
Kapal USS Zumwalt memiliki panjang 610 kaki dan dipersenjatai 600 roket ini dapat menghantam target yang jauhnya lebih dari 70 mil. (Foto: NBC San Diego)
USS Zumwalt (DDG-1000) adalah kapal perusak berpeluru kendali milik Angkatan Laut AS. Kapal ini adalah kapal pertama dari kelasnya, dan merupakan kapal pertama yang diberi nama demikian.

SEOUL, IndonesiaSatu.co Amerika Serikat (AS) tidak pernah gentar dengan gertakan Korea Utara (Korut) yang berkali-kali melakukan uji coba peluncuran roket berhulu ledak jarak jauh. Negara adi daya tersebut bahkan  menggertak balik Korut.

Media internasional melaporkan,  Komando Pasifik Militer AS berencana mengirim USS Zumwalt, kapal perang terbesar dan tercanggihnya  ke perairan Korea Selatan. Tujuan pengiriman kapal perang tersebut adalah untuk menakut-nakuti pemimpin Korut Kim Jong-un yang akhir-akhir ini intens memamerkan senjata nuklir.

Kapal USS Zumwalt dengan panjang 610 kaki dan dipersenjatai dengan 600 roket ini dapat menghantam target yang jauhnya lebih dari 70 mil. Kapal ini adalah tercatat sebagai kapal perang dengan biaya pembangunan termahal yakni mencapai USD 4,5 miliar.

USS Zumwalt (DDG-1000) adalah kapal perusak berpeluru kendali milik Angkatan Laut AS. Kapal ini adalah kapal pertama dari kelasnya, dan merupakan kapal pertama yang diberi nama demikian. Zumwalt memiliki kemampuan siluman (stealth), sehingga memiliki citra radar seperti sebuah perahu nelayan, meskipun berukuran besar.

Pada tanggal 7 Desember 2015, Zumwalt memulai uji coba di laut untuk bergabung dengan Armada Pasifik. Zumwalt mulai ditugaskan di Baltimore pada 15 Oktober 2016. Kapal perang raksasa AS ini juga diklaim sebagai kapal perang futuristik karena menggunakan sistem elektromagnet untuk menembakkan senjata pada kecepatan hingga 5300mph.

Nama Zumwalt diberikan untuk menghormati Elmo Russell Zumwalt, Jr., yang merupakan seorang perwira AL AS dan merupakan orang termuda yang pernah menjabat sebagai Kepala Operasi AL. Sebagai laksamana dan kemudian sebagai kepala operasi AL ke-19, Zumwalt memainkan peran penting dalam sejarah militer AS, terutama selama Perang Vietnam. 

Sebagai veteran perang yang memiliki banyak bintang jasa, Zumwalt mereformasi kebijakan personel Angkatan laut AS dalam upaya untuk meningkatkan kualitas kehidupan anggotanya dan mengurangi isu rasial. Setelah pensiun dari 32 tahun kariernya di AL, ia sempat mencalonkan diri untuk menjadi anggota senat AS, namun tidak berhasil.

Pejabat Komando Pasifik AS Laksamana Harry B Harris Jr saat pertemuan dengan para pejabat militer Korea Selatan di Hawaii menegaskan, kapal perang USS Zumwalt menurut rencana akan dikirim ke lepas pantai Korea Selatan itu disampaikan.

Menurut Harris, pengiriman kapal perang raksasa tersebut bertujuan untuk menghalangi agresi dari rezim Korut.

Sebagai musuh bebuyutan dan pihak yang paling merasa terancam, Korea Selatan tentu saja menyambut menyambut baik rencana militer AS itu. Menurut militer Korea Selatan, pengiriman kapal perang USS Zumwalt adalah salah satu opsi terbaik untuk meredam aksi akrobatik rezim Kim Jong-un.

”Jika AS secara resmi membuat saran seperti itu, kami akan memberikan pertimbangan serius,” kata juru bicara pertahanan Korea Selatan, Moon Sang-Gyun, seperti dikutip Daily Star, Senin (6/2/2017).

--- Simon Leya

Komentar