Breaking News

FILM Kritik dari Kalangan Guru terhadap 'Teach You a Lesson' di Netflix Picu Perdebatan Daring 10 Jun 2026 19:36

Article image
Serial Netflix 'Teach You a Lesson' sukses menarik perhatian dunia, namun memicu perdebatan tak terduga antara para pendidik dan penonton

JAKARTA IndonesiaSatu.co – Baru-baru ini, ulasan yang dibagikan oleh beberapa guru aktif di Korea Selatan mendadak ramai dan menjadi sorotan di jagat maya. Meskipun banyak yang mengakui bahwa serial tersebut berhasil menyoroti masalah nyata yang tengah dihadapi institusi sekolah saat ini, mereka mengekspresikan rasa tidak nyaman terhadap beberapa metode koersif (kekerasan) yang digunakan oleh para karakter untuk menyelesaikan konflik.

Seorang guru berpendapat bahwa para pendidik sama sekali tidak mengharapkan kembalinya hukuman fisik di sekolah. Sebaliknya, yang mereka butuhkan adalah lingkungan kerja yang aman, di mana bimbingan serta pendisiplinan siswa secara sah dapat dijalankan dengan efektif. Guru lainnya menceritakan bahwa anggota keluarganya mengira para guru akan merasa puas saat menonton serial ini, namun ia pribadi justru mendeskripsikan beberapa bagian di dalamnya sangat meresahkan.

“Saat sebuah sekolah dijalankan dengan mengandalkan kekuatan fisik, itu bukan lagi bagian dari pendidikan, melainkan bentuk kontrol,” tulis salah satu pendidik yang mengkritik adegan-adegan intimidasi atau konfrontasi fisik. Beberapa guru bahkan mengungkapkan bahwa mereka sengaja memberikan rating rendah untuk serial ini karena kekhawatiran tersebut.

Pembelaan dari Sisi Penonton

Meski demikian, reaksi para guru tersebut dengan cepat memicu argumen tandingan dari banyak penonton. Sejumlah besar penggemar berpendapat bahwa popularitas 'Teach You a Lesson' tidak berakar pada glorifikasi kekerasan, melainkan pada fokus cerita yang menekankan aspek akuntabilitas dan keadilan.

Seorang penonton berkomentar bahwa audiens tidak sedang bersorak untuk tindakan kekerasannya, melainkan karena melihat para pelaku perundungan akhirnya menghadapi konsekuensi nyata atas perbuatan mereka, sementara para korban mendapatkan perlindungan yang layak. Sentimen serupa juga digaungkan oleh netizen lain yang menilai serial ini sangat terasa relevan karena mampu menyuarakan rasa frustrasi publik terhadap kasus-kasus kekerasan sekolah yang kerap menggantung tanpa penyelesaian, serta maraknya pelanggaran terhadap hak-hak guru di dunia nyata.

Banyak komentar daring menilai bahwa berfokus hanya pada adegan-adegan keras dalam drama tersebut sama saja dengan melewatkan tema besar yang ingin disampaikan. Mereka menunjuk pada dampak emosional yang kuat saat melihat korban dilindungi dan pelaku kejahatan dimintai pertanggungjawaban sebagai daya tarik utama yang sesungguhnya dari drama ini.

Menurut beberapa interpretasi, kesuksesan serial ini mencerminkan puncak dari rasa frustrasi masyarakat yang melihat situasi di dunia nyata, di mana korban sering kali dibiarkan menderita dalam trauma, sementara pelaku hampir tidak menghadapi tanggung jawab hukum yang berarti. Dalam sudut pandang ini, 'Teach You a Lesson' hadir menawarkan bentuk katarsis (pelepasan emosi) dengan menyajikan akhir cerita yang dinilai sangat sulit ditemukan di dunia nyata.

Merajai Tangga Acara Global

Di tengah perbedaan pendapat yang tajam tersebut, 'Teach You a Lesson' terus melanjutkan tren impresifnya di kancah internasional. Serial ini dilaporkan berhasil menempati peringkat No. 1 dalam kategori acara TV di 27 negara dan wilayah, termasuk Korea Selatan, Jepang, Hong Kong, Singapura, dan Taiwan. Pencapaian ini membuktikan daya tarik globalnya yang kuat sekaligus kemampuannya dalam memicu diskusi mendalam yang jauh melampaui batas fungsi hiburan semata.

--- Stella Josephine

Komentar