POLITIK Lensa Wakil Rakyat: Nando Watu Realisasikan 1,8 Miliar untuk Akses Pendidikan di Detusoko 16 Feb 2026 11:43
"Meski belum seberapa, setidaknya bisa menjawab kebutuhan riil anak-anak dan sekolah-sekolah. Saya sadar, peran sebagai wakil rakyat hanya jembatan untuk kerja-kerja kolaborasi ke depan," kata Nando.
ENDE, IndonesiaSatu.co-– Anggota DPRD Ende dari Fraksi PDI Perjuangan, Ferdinandus Watu, S.Fil, memuat capaian aspirasi yang berhasil direalisasi selama setahun menjadi wakil rakyat.
Salah satu capaian yang juga menjadi buah dari komitmen legislator Dapil 4 ENDE itu yakni peningkatan akses pendidikan melalui berbagai program strategis selama tahun anggaran 2025.
Nando, demikian politisi muda asal Detusoko itu akrab disapa, membeberkan sejumlah program dan aspirasi di sektor pendidikan yang berhasil direalisasi, dengan total anggaran mencapai Rp 1.887.040.000.
Dikonfirmasi media ini, Senin (16/2/2026), Nando mengaku membuat catatan pribadi dalam bentuk "Lensa Wakil Rakyat."
Menurutnya, catatan pribadi itu sebagai pedoman, panduan, motivasi, arsip aspirasi, capaian, dan evaluasi pribadi sebagai wakil rakyat yang telah dipercayakan untuk memperjuangkan aspirasi masyarakat.
"Ini menjadi komitmen saya sejak awal menjadi Anggota DPRD. Tentu ada porsi aspirasi yang menjadi prioritas, termasuk bidang pendidikan. Apa yang telah direalisasikan ini juga berkat koordinasi, dukungan pemerintah, kolaborasi dan kontribusi berbagai pihak yang merespon secara positif melalui program-program strategis bidang pendidikan," kata Nando.
Nando menyebut, beberapa program yang telah direalisasi meliputi: renovasi ruangan kelas, rehabilitasi ruang guru dan MCK, termasuk pembangunan perpustakaan dan tata ruang usaha di sejumlah sekolah yang tersebar di beberapa desa di wilayah Kecamatan Detusoko.
Nando mengaku, meski berbagai aspirasi dan kebutuhan belum sepenuhnya dikabulkan, namun ia berkomitmen untuk terus memperjuangkan peningkatan akses dan kualitas pendidikan yang diyakininya sebagai gerbang masa depan menuju generasi Emas Indonesia.
“Pendidikan adalah kunci untuk membuka pintu masa depan. Ruang kelas yang layak dan fasilitas yang memadai adalah bagian dari upaya dan tanggung jawab untuk memastikan setiap anak memiliki akses yang sama terhadap pendidikan," ujar politisi muda PDI Perjuangan itu.
Dalam tagline "Lensa Wakil Rakyat", Nando merinci beberapa program fisik pendidikan yang telah direalisasikan selama tahun 2025, antara lain:
1. Renovasi Ruang Kelas SDK Wologero: Rp 59.999.000.
2. Rehabilitasi Ruang Kelas SDI Wolomoni: Rp 119.957.000.
3. Pembangunan Tata Ruang Usaha SMPN Turunalu: Rp 151.795.000.
4. Rehabilitasi Ruang Kelas SDK Marsudirini Detusoko: Rp 119.957.000.
5. Renovasi Ruang Kelas SD Rateroru: Rp 64.393.000.
6. Rehabilitasi MCK SD Rateroru: Rp. 25.798.000.
7. Rehabilitasi Ruang Kelas SDK Dile: Rp 119.957.000.
8. Rehabilitasi Ruang Guru SDK Wolofeo: Rp 59.995.000.
9. Pembangunan Perpustakaan SDK Ranga: Rp184.827.000.
10. Pembangunan Perpustakaan SD Detusoko: Rp 184.950.000.
11. Pembangunan Perpustakaan SDI Detuwira: Rp 184.950.000.
Program Beasiswa
Selain pembangunan fisik, Nando mengatakan bahwa dukungan terhadap akses pendidikan juga berhasil ia perjuangkan melalui program beasiswa bagi 143 anak sebagai penerima manfaat.
Beasiswa yang berhasil dinikmati yakni Beasiswa Program Indonesia Pintar (PIP) Aspirasi Bapak Andreas Hugo Parera (AHP) bagi 100 siswa dari SDK Wolomage, SDI Wolomoni dan SDK Wologai Tengah dengan total anggaran sebesar Rp 45.000.000.
Selanjutnya, Beasiswa KIP Kuliah di Universitas Dr. Nugroho Magetan bagi 41 mahasiswa dengan total anggran sebesar Rp 393.600.000 (Rp 9.600.000 per mahasiswa per tahun)
Selain itu, Beasiswa Bali Wise Program Perhotelan dan Digital Marketing bagi 2 siswa dengan total anggaran sebesar Rp 36.000.000.
Nando menerangkan, akses pendidikan melalui program Beasiswa menjadi bagian dari komitmennya dalam meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia di kecamatan Detusoko agar mampu bersaing di tingkat nasional.
“Selain renovasi, rehabilitasi dan pembangunan gedung (fisik), hal yang krusial adalah bagaimana menyiapkan SDM dan masa depan anak-anak melalui akses pendidikan yang terintegrasi dengan aspek-aspek lain,” lugas legislator yang pernah mengenyam pendidikan di Amerika itu.
Nando mengaku terus belajar memaknai setiap tupoksi DPRD agar dapat menyentuh kepentingan dan kebutuhan masyarakat.
"Tentu ini menjadi prospek awal selama setahun menjadi wakil rakyat. Meski belum seberapa, setidaknya bisa menjawab kebutuhan riil anak-anak dan sekolah-sekolah. Saya sadar, peran sebagai wakil rakyat hanya jembatan untuk kerja-kerja kolaborasi ke depan," pungkasnya.
--- Guche Montero
Komentar