SENI BUDAYA Makna Jeruk Mandarin dalam Perayaan Imlek 05 Feb 2019 12:12
Menurut kepercayaan masyarakat Tionghoa, warna oranye cerah ini dianggap sebagai lambang emas. Secara tidak langsung, emas di sini artinya rezeki yang berupa uang.
BUAH jeruk Mandarin sangat akrab dengan perayaan Imlek atau tahun baru China. Buat jeruk Mandarin selalu jadi hidangan khusus dan hadiah istimewa pada saat Imlek selain kue keranjang. Namun belum banyak orang tahu makna di balik buah jeruk pada saat Imlek.
Berikut ini makna jeruk Mandarin dalam tahun baru Imlek seperti dikutip dari Grid.id:
Buah pembawa rezeki
Dalam bahasa Mandarin, jeruk disebut dengan ‘chi zhe’. Chi artinya rezeki dan zhe artinya buah.
Jadi, jika digabungkan, jeruk artinya menjadi buah pembawa rezeki. Selain itu, warna oranyenya yang cerah dan cantik juga memiliki makna tersendiri, lo.
Menurut kepercayaan masyarakat Tionghoa, warna oranye cerah ini dianggap sebagai lambang emas. Secara tidak langsung, emas di sini artinya rezeki yang berupa uang.
Membagikan jeruk agar rezeki berus bertambah
Konon, disebut jeruk mandarin karena pada zaman dulu buah ini hanya disediakan untuk para pejabat di Tiongkok kuno.
Namun, saat ini buah jeruk mandarin sudah banyak dibagikan ke sanak keluarga saat Imlek. Maksudnya agar rezekinya terus bertambah.
Kebahagiaan saat memberi
Masyarakat Tionghoa percaya bahwa rezeki itu datang dari usaha dan kerja keras. Nah, jika mendapatkan sesuatu, kita tidak lupa untuk bersyukur dan kembali berbuat kebajikan.
Dengan demikian, bila pada saatnya tiba, semua rezeki dan kebahagiaan tidak akan pernah habis dan terus mengalir.
Intinya, dengan memberi maka kita tidak akan kekurangan.
Rasa asam dan manis jeruk
Buah jeruk memiliki rasa yang beragam. Ada yang asam dan ada yang manis, demikian juga kehidupan manusia dari sesuatu yang kita perbuat juga tidak selamanya manis.
Ada yang asam sudah wajar, menjalani hidup yang penuh dengan pahit getir, tetapi jangan lupa masih ada kenangan manis yang bisa dipetik dan diperoleh.
--- Simon Leya
Komentar