INTERNASIONAL Maximo Napa, Nelayan Peru yang Mampu Bertahan Hidup Selama 95 Hari di Samudera Pasifik 16 Mar 2025 16:06
Untuk bertahan hidup selama 95 hari di laut, Napa memakan kecoak, ikan segar, burung, dan penyu laut. Kini Napa kembali ke rumah untuk bertemu keluarganya.
LIMA, IndonesiaSatu.co -- Maximo Napa, seorang nelayan Peru terdampar selama 95 hari di Samudera Pasifik. Untuk bertahan hidup selama 95 hari di laut, Napa memakan kecoak, ikan segar, burung, dan penyu laut. Kini Napa kembali ke rumah untuk bertemu keluarganya.
Napa berangkat untuk memancing dari Marcona, sebuah kota di pesisir selatan Peru, pada tanggal 7 Desember 2024. Ia membawa makanan untuk bekal perjalanan selama dua minggu, tetapi sepuluh hari kemudian, badai di laut membuat kapalnya keluar jalur dan ia terombang-ambing di Samudera Pasifik.
Keluarganya melakukan pencarian, tetapi patroli maritim Peru tidak dapat menemukannya. Pada hari Rabu (12/3/2025), patroli perikanan Ekuador menemukan Napa sekitar 680 mil (1.094 km) dari pantai negara itu dalam keadaan dehidrasi berat dan dalam kondisi kritis.
"Saya tidak ingin mati," kata Napa kepada Reuters setelah bertemu kembali dengan saudaranya, di Paita, dekat perbatasan dengan Ekuador. "Saya memakan kecoak, burung, hal terakhir yang saya makan adalah penyu."
Ia menceritakan ia tetap kuat memikirkan keluarganya, termasuk cucunya yang berusia dua bulan, bahkan saat ia bertahan hidup dengan air hujan yang ia kumpulkan di atas perahu dan kehabisan makanan. Selama 15 hari terakhir ia terbujur di perahu tanpa makan.
"Saya memikirkan ibu saya setiap hari," katanya. "Saya bersyukur kepada Tuhan karena memberi saya kesempatan kedua,” lanjutnya.
Ibunya, Elena Castro, mengatakan kepada media lokal bahwa meskipun kerabatnya tetap optimis, ia mulai kehilangan harapan.
"Saya berkata kepada Tuhan, entah ia hidup atau mati, bawa saja ia kembali kepada saya, meskipun hanya untuk melihatnya," katanya kepada TV Peru.
"Tetapi putri-putri saya tidak pernah kehilangan kepercayaan. Mereka terus berkata kepada saya: Bu, ia akan kembali, ia akan kembali."
Napa menjalani pemeriksaan medis lebih lanjut di Equador sebelum berangkat ke selatan menuju Lima, Peru.
Setibanya di Bandara Internasional Jorge Chavez di Lima, Napa bertemu kembali dengan putrinya Inés Napa dalam suasana emosional yang dikelilingi oleh kerumunan media.
Putrinya mengatakan kepada media lokal bahwa ia membawakan ayahnya sebotol minuman beralkohol pisco dari Peru untuk menyambutnya pulang.
Di daerah asal Napa di San Andrés, di wilayah barat daya Ica di Peru, tetangga dan kerabat pria berusia 61 tahun itu telah menghiasi jalan-jalan dengan tanda-tanda untuk menyambut kepulangannya.
Keponakan Napa, Leyla Torres Napa, mengatakan mereka berencana untuk merayakan ulang tahunnya meskipun hari itu telah berlalu saat ia hilang di laut.
"Hari kelahirannya itu unik karena yang bisa dia makan (selama di laut) hanyalah kue kecil, jadi sangat penting bagi kami untuk merayakannya karena, bagi kami, dia telah terlahir kembali," tutur keponakannya tersebut.
---R.Kono
Komentar