REFLEKSI Menjadi Berkat Bagi Sesama 10 Dec 2023 09:41
Menjadi berkat pun bisa berbentuk sepotong roti yang Anda berikan bagi sesama yang lapar.
Oleh Valens Daki-Soo
Kita sering mendengar atau malah mengucapkan ungkapan ini, bukan? Menjadi berkat bagi banyak orang adalah tanda bahwa kita sendiri diberkati dan dipenuhi Daya Ilahi. Namun, bisa diartikan seperti apa saja ungkapan imperatif ini?
Ketika ditanya seorang sahabat tentang apa alasan atau tujuan saya menjadi calon anggota DPR RI, dengan ringan saja saya menyahut, "Mungkin saya bisa menjadi berkat bagi lebih banyak orang."
Konkritnya, saya berharap bisa melanjutkan pekerjaan saya selama ini yang selalu terkait dengan upaya/kerja menjaga keutuhan NKRI secara lebih efektif. Lalu, tentu saja, saya bisa bikin dan bantu lebih banyak hal bagi lebih banyak sesama di NTT.
Menjadi berkat bagi sesama tentu tidak hanya diartikan dalam spektrum politik. Di bidang ekonomi Anda bisa menjadi berkat bagi sesama bila Anda membangun usaha atau bisnis yang melibatkan banyak pekerja. Anda berbagi peluang dan rejeki dengan sesama.
Secara sosial Anda menjadi berkat bagi sesama dengan sedapat mungkin selalu hadir dan terlibat dalam urusan bersama di lingkungan Anda. Atau membangun pergaulan yang sehat dan produktif, bukan relasi yang negatif dan menyakiti sesama.
Dari sisi psikologis, menjadi berkat bagi sesama boleh diterjemahkan dengan tindakan meneguhkan mereka yang menderita, menghibur orang yang berduka, mendukung sesama yang sedang mengalami "mental breakdown" (kehancuran mental).
Lebih sederhana namun juga bermanfaat dan indah adalah dengan menjadi pribadi yang ramah dan murah senyum.
Dokter dan perawat di rumah sakit niscaya diberi pelajaran psikologi dan mereka jadi maklum bahwa penyembuhan orang sakit tidak hanya ditentukan obat (farmakoterapi) tetapi juga pendekatan psikoterapis.
Orang sakit jadi lebih mudah nyaman dan senang yang mempercepat pemulihan, bila dokter atau perawatnya ramah dan murah senyum.
Seorang guru atau dosen menjadi berkat bagi (maha)siswanya jika dia selalu disiplin, antusias dan penuh dedikasi berbagi ilmu pengetahuan (sharing of knowledge) dan menanamkan nilai (transfer of values) di benak dan hati muridnya.
Menjadi berkat pun bisa berbentuk sepotong roti yang Anda berikan bagi sesama yang lapar.
Menepuk bahu teman yang sedang galau, mengajak ngobrol sahabat yang tengah bermasalah, merangkul putri Anda yang patah hati, memeluk sang kekasih yang sedang "down" perasaannya, itu semua adalah bentuk berkat.
Jika Anda mengirim surat atau dalam era canggih sekarang mengirim pesan (SMS/WA) dan menelepon orang tua atau kerabat dengan kata-kata hiburan, Anda tengah menjadi tanda cinta atau berkat Tuhan bagi sesama.
Mengirim buah-buahan bagi tetangga yang sakit, membingkiskan kado bagi pacar yang berulang tahun juga sejenis berkat bagi sesama.
Seutas senyum Anda yang tulus dari wajah cerah kepada sesama yang dijumpai mungkin sangat berarti bagi dia, dan karena itu jadi berkat untuknya.
Benar, hidup adalah kesempatan untuk menjadi berkat. Sayang sekali kalau disia-siakan. ***
Penulis adalah peminat filsafat dan psikologi, pengusaha dan politisi, Pendiri & Pemimpin Umum IndonesiaSatu.co
Komentar