INTERNASIONAL Pascaserangan AS ke Venezuela, Hikmahanto: Enam Hal Mengubah Peta Geopolitik Dunia 09 Jan 2026 11:35
AS ingin menghidupkan imperialisme bagi dunia. Semua keputusan untuk masyarakat internasional berada di tangan Presiden Trump, baik politik, keamanan dan ekonomi dunia.
JAKARTA, IndonesiaSatu.co - Serangan Amerika Serikat terhadap Venezuela memunculkan berbagai kontroversi. Serangan tersebut juga bisa mengubah peta geopolitik.
Guru Besar Hukum Internasional UI, Hikmahanto Juwana mengatakan ada enam hal yang mengubah peta geopolitik dunia saat ini pasca serangan AS ke Venezuela tersebut.
Pertama, tidak dihormatinya hukum internasional oleh negara baik sebagai instrumen pembenar tindakan, terlebih lagi sebagai norma untuk menjaga ketertiban.
Kedua, AS ingin menghidupkan imperialisme bagi dunia. ”Semua keputusan untuk masyarakat internasional berada di tangan Presiden Trump, baik politik, keamanan dan ekonomi dunia,” ujar Prof Hikmahanto melalui pernyataan tertulis di Jakarta, Jumat (09/1/2026).
Dia mencontohkan, bila Trump bisa menyerang Venezuela namun Trump tidak akan senang bila China menyerang Taiwan. Bila Trump bisa menghadirkan Nichholas Maduro di Pengadilan New York, namun Trump akan melindungi Netanyahu dihadirkan di Mahkamah Kejahatan Internasional.
Ketiga, rezim pemerintahan di berbagai dunia apabila tidak mengikuti kebijakan AS akan diganti. Dahulu ada Arab Spring, saat ini ada Latin America Spring. Ke depan bukannya tidak mungkin terjadi European Spring, bahkan Asian Spring.
Keempat, organisasi internasional seperti PBB lumpuh menghadapi ulah AS. Lumpuh karena penggunaan veto di Dewan Keamanan PBB dan keluarnya AS dari sejumlah badan PBB, yang berarti tidak lagi ada pembayaran iruan dari AS.
Terkahir, tidak ada negara yang berani menghadapi dan menghukum secara langsung ulah AS, sekalipun negara sekelas China atau Rusia.
”Saat ini masyarakat dunia hanya bisa berharap pada Tuhan dan masyarakat AS untuk melakukan impeachment dalam upaya menghentikan kekuasaan besar yang dimiliki oleh Trump untuk mengacaukan tatanan dunia,” pungkasnya. *
--- F. Hardiman
Komentar