Breaking News

SASTRA PASKAH (Puisi) 09 Apr 2024 15:05

Article image
Ini tentang Dia yang digantung di kaki angkasa, masuk ke haribaan bumi, dan kembali dengan jaya.

Bukan. Ini bukan puisi ahli agama.
Juga bukan refleksi teologi yang berat. Ini cuma lukisan singkat tentang keajaiban maha dahsyat.

Bukan. Ini bukan fantasi di ambang malam. Bukan pula euforia hampa setelah derita merajam. Ini kisah tentang harapan yang bersinar pasca badai yang bikin remuk-redam.

Ini tentang DIA yang membasuh semesta dengan cinta menggenang. Kasih yang sempurna sehingga aku kematian kata untuk melukiskan.

Ini tentang Dia yang digantung di kaki angkasa, masuk ke haribaan bumi, dan kembali dengan jaya.

Ini bermakna kita bukan lagi manusia yang lahir dalam tanda-tanya: dari mana, mengapa di sini, dan akan ke mana?

Dan lihat, betapa Energi-Nya melimpah-ruah, yang dengan gratis dapat ditimba. Agar kita jadi manusia baru yang kuat, kokoh dan bermartabat mulia.

Maka Paskah tak sekadar berarti bangkit.
Paskah adalah rahmat untuk hidup lebih berarti.
Membangun Diri Sejati, citra Ilahi.

Rawamangun ke Salemba,
8 April 2012
(Hari Paskah)

Valens Daki-Soo

Komentar