Breaking News

NASIONAL Pemerintah Indonesia Kecam Keras Aksi Penembakan di Sydney 15 Dec 2025 22:03

Article image
Pemerintah Indonesia mengutuk aksi penembakan massal saat hari raya Yahdi Hanukkah di Pantai Bondi, Sydney. (Foto: REUTERS)
"Indonesia menyampaikan rasa solidaritas kepada Pemerintah dan rakyat Australia di masa yang sulit ini," demikian pernyataan Kemlu RI.

JAKARTA, IndonesiaSatu.co-- Pemerintah Republik Indonesia (RI) mengutuk keras aksi penembakan massal yang terjadi dalam perayaan Yahudi, Hanukkah, di Pantai Bondi, Sydney, Australia, pada Minggu (14/12/2025).

Kementerian Luar Negeri Indonesia (Kemlu) menyampaikan kecaman tersebut dalam rilis resmi, Senin (15/12/25).

"Pemerintah Republik Indonesia mengutuk keras aksi kekerasan yang terjadi di Pantai Bondi, Sydney, pada 14 Desember 2025, yang mengakibatkan korban jiwa dan luka-luka," demikian rilis Kemlu RI.

Dalam rilis Kemlu, pemerintah Indonesia juga menyampaikan bela sungkawa kepada keluarga korban, serta turut mendoakan korban yang mengalami luka-luka.

"Indonesia menyampaikan rasa solidaritas kepada Pemerintah dan rakyat Australia di masa yang sulit ini," demikian pernyataan Kemlu RI. 

Insiden penembakan brutal itu terjadi dalam perayaan Yahudi Hanukkah di Pantai Bondi. Dua laki-laki bersenjata seketika meluncurkan tembakan ke arah kerumunan.

Belakangan, pihak berwenang mengidentifikasi dua pelaku itu sebagai ayah-anak, yakni Sajid Akram dan Naveed Akram.

Menurut saksi mata tembakan berlangsung selama 10 menit. Dalam video yang beredar, warga tampak panik dan berlarian usai mendengar tembakan.

Imbas insiden tersebut, 15 orang meninggal dunia termasuk pelaku Sajid Akram, sementara puluhan orang mengalami luka-luka.

Penembakan itu lantas memicu perhatian dan kecaman dari komunitas global. 

Perdana Menteri Australia, Anthony Albanese, bahkan menyebut aksi itu sebagai terorisme dan antisemit.

Senada, Agen Intelijen Domestik Australia (ASIO) pernah menyelidiki salah satu pelaku penembakan Naveed Akram, dan menduga punya hubungan kuat dengan sel teroris kelompok ISIS cabang Sydney.

Jumlah korban tewas dalam aksi penembakan naas itu, hingga kini bertambah menjadi 15 orang, termasuk satu orang anak.

Satu orang pelaku penembakan, Sajid Akram, juga tewas di lokasi kejadian, sehingga total 16 orang tewas dalam insiden penembakan massal di Pantai Bondi, Sidney.

Kepolisian Australia mengatakan 14 orang tewas di tempat kejadian, sementara dua orang lainnya meninggal dunia di rumah sakit. 

Selain korban tewas, 40 orang lainnya mengalami luka-luka. Polisi menyebut korban tewas berusia antara 10 hingga 87 tahun.

Layanan kesehatan negara bagian Australia, NSW Health, mengatakan para korban luka dibawa ke beberapa rumah sakit di Sydney, termasuk Prince of Wales Hospital, St Vincent's Hospital, dan Liverpool Hospital. 

--- Guche Montero

Komentar