AGAMA Pemuda Katolik Cirebon Harus Jadi Solusi yang Bisa Dirasakan Masyarakat 26 Jan 2025 21:05
Organisasi Pemuda Katolik harus berdampak baik bagi masyarakat, terutama dalam penanganan masalah sampah di Cirebon.
CIREBON, IndonesiaSatu.co - Pemuda Katolik Cirebon bersama komunitas lokal memimpin gerakan ”Revolusi Sampah” di wilayah Kota Cirebon.
Dewan Pakar Pemuda Pengurus Pusat Pemuda Katolik DR. Capt. Marcellus Hakeng JW, S.SiT., M.H., M.Mar., yang dalam kunjungannya didampingi oleh YB. Sugianto, Ketua Komcab Kota Cirebon dan Frederiko Oktokanis (bang Riko), Ketua Komcab Kabupaten Cirebon, memberikan pengarahan kepada pengurus di wilayah Cirebon dalam kunjungannya, pada Kamis (23/01/25).
"Cirebon merupakan salah satu titik strategis nasional yang masih memiliki banyak potensi. Sesuai pesan dari Ketua Umum Stefanus Gusma, Pemuda Katolik Cirebon, harus menjadi solusi manfaat yang bisa dirasakan langsung oleh masyarakat di Cirebon. Untuk itu pengurus pusat mendukung program yang bisa langsung dirasakan masyarakat," ujar Marcellus.
Dia mengatakan, organisasi Pemuda Katolik harus berdampak baik bagi masyarakat, terutama dalam penanganan masalah sampah di Cirebon.
”Sinergitas antar-pemuda di Cirebon, dibutuhkan dalam mewujudkan Asta Cita Presiden Prabowo dalam menyelaraskan kehidupan yang harmonis dengan lingkungan, alam dan budaya,” ujarnya.
Sekretaris Pemuda Katolik Kota Cirebon, sekaligus perwakilan VEHO Eco Community, Peter Nobel, S.Ars., menjelaskan "Program Kolekte Barang Bekas” mau mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap penanganan sampah, sekaligus menciptakan budaya hidup yang ramah lingkungan di Cirebon.
”Kami ingin masalah sampah di Cirebon dapat terselesaikan secara baik dengan melibatkan masyarakat terutama teman-teman muda di Cirebon," ujarnya.
Menurutnya, bersama komunitas setempat, sinergitas pengelolaan, pemberdayaan masyarakat melalui program tersebut dapat menjadi langkah awal mendorong ekonomi sirkular di Cirebon.
Dia mengatakan, dengan melibatkan komunitas lokal, diharapkan program ini dapat efektif dalam menangani permasalahan sampah di Cirebon.
Sementara itu, Bang Riko mengatakan pihaknya ingin meningkatkan kesadaran kepada masyarakat bahwa barang bekas tidak harus menjadi sampah. ”Tetapi dapat dimanfaatkan kembali. Dengan ini kita turut menjaga kebersihan lingkungan sekaligus membantu masyarakat yang membutuhkan," ujarnya.
Koordinator Program, Melianus Tatogo mengatakan, sebagai langkah awal, pihaknya bersama komunitas setempat akan berjalan setiap minggu. ”Baik di titik pengumpulan maupun penjemputan ke rumah warga. Barang yang dapat disumbangkan mencakup plastik, kardus, elektronik, pakaian, dan sampah lainnya. Hasil dari pengelolaan barang bekas ini, akan digunakan untuk kegiatan sosial dan pemberdayaan masyarakat," ujarnya.
Karena itu, Melianus mengajak masyarakat ikut berpartisipasi dan wujudkan lingkungan yang bersih agar bisa menjadi cerminan diri.
”Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi media sosial instagram @pemuda_katolik_cirebon. Mari kita wujudkan bersih diri, lingkungan asri, untuk Cirebon yang lebih baik!,” ujarnya. *
--- F. Hardiman
Komentar