REFLEKSI Per Mariam Ad Jesum 04 Jun 2023 20:09
Devosi kepada Bunda Maria menunjukkan rasa cinta yang murni, penghormatan yang wajar kepada sosok "Mater Dei", ibu yang mengandung dan melahirkan "Salvator mundi".
Oleh Valens Daki-Soo
Dulu, ketika saya siswa SMP Seminari Todabelu Mataloko, saya sakit cukup lama dan mungkin cukup berat juga. Ini bikin Pater Alfons Engels, SVD (pastor asal Jerman yang mahir dalam bidang medis dan pernah jadi tentara Jerman) kepikiran juga. Beliau katakan ini, "Kamu harusnya dirawat di rumah sakit besar."
Saya cukup terganggu dengan ujaran itu, maka saya berdoa lebih sering. Dalam suatu doa, berjanjilah saya kepada Bunda Maria, "Bunda Maria, tolong saya, doakan saya. Kalau saya sembuh saya akan berjuang sungguh hingga menjadi imam."
Lalu, luar biasa ajaibnya, hari-hari berikutnya saya berangsur membaik dan sembuh. Saya ceritakan itu kepada Pater Engels (kini sudah almarhum) dan beliau bilang beliau juga selama itu mendoakan saya.
Setelah tamat SMP-SMA Seminari Mataloko, saya lanjut menjadi frater/calon imam SVD di Seminari Tinggi Ledalero, Maumere. Oleh karena alasan tertentu saya gagal menjadi imam. Saya mengundurkan diri dari Seminari Tinggi Ledalero dan berjuang jadi awam/umat yang baik. Entahlah, apakah saya sudah baik atau belum, itu tentu selalu dalam "proses menjadi".
Yang pasti, saya sungguh yakin pada kekuatan doa. Ya, maksudnya yakin pada Tuhan yang dengan-Nya saya berkomunikasi dalam dan melalui doa.
Saya juga percaya dan bahagia karena merasa selalu dibaluti kasih keibuan Bunda Maria. Meski saya tak berhasil memenuhi janjiku kepadanya untuk menjadi imam, itu tak mengubah Daya Ilahi mencurahkan berkat-Nya melalui doa-doa Bunda Maria.
Devosi saya kepada Bunda Maria berakar pada pengalaman pribadi di atas. Jadi, bukan semata karena himbauan dan tradisi Gereja Katolik.
Oh ya, untuk para kerabatku yang non-Katolik, tradisi berdoa dan mendekatkan diri dengan Bunda Maria (devosi kepada Maria) bukan berarti 'mempertuhankan' Maria.
Maria adalah tetap seorang manusia biasa namun serentak istimewa karena dipilih Allah untuk melahirkan Kristus (Sang Terurapi). Devosi kepada Bunda Maria menunjukkan rasa cinta yang murni, penghormatan yang wajar kepada sosok "Mater Dei", ibu yang mengandung dan melahirkan "Salvator mundi".
"Per Mariam ad Jesum", melalui Maria menuju Yesus.
Sancta Maria, ora pro nobis. Amen.
Penulis adalah mantan calon pastor Katolik dari Serikat Sabda Allah atau Societas Verbi Divini (SVD), peminat filsafat dan psikologi, pengusaha dan politisi
Komentar