Breaking News

TEKNOLOGI Perkuat Sistem Pertahanan Nasional, Israel Luncurkan Iron Beam; Senjata Laser Taktis 19 Jan 2026 14:22

Article image
Iron Beam milik Israel resmi diluncurkan. (Foto: New Atlas)
Iron Beam kini berfungsi sebagai lapisan terdalam pertahanan udara Israel, dengan peran utama mencegat ancaman jarak dekat seperti roket, mortir, dan drone.

TEL AVIV, IndonesiaSatu.co-- Era senjata laser taktis akhirnya benar-benar dimulai.

Pada 28 Desember 2025 lalu, Pasukan Pertahanan Israel (IDF) secara resmi mengumumkan bahwa Iron Beam telah sepenuhnya terintegrasi dan disetujui untuk operasi dalam sistem pertahanan nasional Israel. 

Pengumuman itu menandai tonggak sejarah penting, karena untuk pertama kalinya senjata laser energi tinggi diadopsi sebagai bagian operasional penuh dari kekuatan militer sebuah negara.

Iron Beam kini berfungsi sebagai lapisan terdalam pertahanan udara Israel, dengan peran utama mencegat ancaman jarak dekat seperti roket, mortir, dan drone.

Sistem ini melengkapi pertahanan berlapis Israel yang sebelumnya mengandalkan sistem berbasis rudal, sekaligus membuka babak baru dalam peperangan modern.

Dari Fiksi Ilmiah ke Kenyataan Militer

Gagasan senjata laser sebenarnya bukan hal baru.

Sejak penemuan laser oleh Theodore Maiman pada 1960 di Hughes Research Laboratories, potensi militer teknologi ini langsung menarik perhatian publik.

Media, kala itu bahkan menyebutnya sebagai "death ray" ala fiksi ilmiah. 

Representasi senjata laser kemudian semakin populer lewat film-film seperti Goldfinger, yang memperkuat citra laser sebagai senjata masa depan.

Namun, selama puluhan tahun, laser lebih banyak menjadi "solusi yang mencari masalah".

Keterbatasan daya, kesulitan penargetan, dan gangguan atmosfer membuat laser belum praktis dijadikan senjata tempur. 

Pada era 1960-an hingga 1980-an, penggunaan militer laser sebagian besar terbatas pada sistem penunjuk sasaran dan pengukur jarak.

Perubahan besar baru terjadi dalam dua dekade terakhir. 

Munculnya laser solid-state berbasis serat optik memungkinkan penciptaan sinar berdaya tinggi dalam ukuran yang lebih ringkas dan efisien. 

Teknologi ini menggunakan serat kaca yang didoping elemen seperti ytterbium dan erbium, serta memungkinkan penggabungan beberapa laser menjadi satu sinar yang jauh lebih kuat.

Selain itu, sistem penargetan modern kini mampu mengunci sasaran secara cepat dan presisi. 

Laser referensi digunakan untuk menganalisis kondisi atmosfer di antara senjata dan target, sehingga sinar utama dapat dikoreksi secara real time untuk mengatasi distorsi udara.

Kombinasi inilah yang akhirnya membuat senjata laser taktis menjadi sistem yang benar-benar operasional.

--- Guche Montero

Komentar