Breaking News

INTERNASIONAL Pertama dalam Gereja Katolik, Satu Keluarga Korban Nazi di Polandia Dibeatifikasi 07 Sep 2023 10:56

Article image
Foto keluarga Ulma dipajang di Markowa Ulma-Family Museum of Poles Who Saved Jews in World War II, dilihat pada 19 Juli 2023. (Foto: CNN)
Keluarga Ulma dibunuh karena melindungi sebuah keluarga Yahudi selama 18 bulan, menurut dokumen pendukung yang menyertai beatifikasi tersebut.

MARKOWA, POLANDIA, IndonesiaSatu.co -- Sepasang suami istri Polandia dan tujuh anak mereka, termasuk seorang bayi yang baru lahir, akan dibeatifikasi di Markowa, Polandia pada hari Minggu, kata Vatikan.

Dilansir CNN (6/9/2023), Jozef dan Wiktoria Ulma serta keluarga mereka dibunuh oleh Nazi pada Maret 1944 karena melindungi sebuah keluarga Yahudi.

Paus Fransiskus diperkirakan tidak akan menghadiri upacara tersebut, yang akan membawa keluarga tersebut selangkah lebih dekat menuju status santo, menurut badan pembuat santo di Vatikan, Dikasteri untuk Penggelaran Para Kudus.

Dalam pernyataan kepada pers yang dikeluarkan Selasa, dikasteri mengatakan Wiktoria Ulma melahirkan pada saat dia dibunuh.

“Pada saat pembantaian terjadi, Signora Wiktoria Ulma sedang dalam kondisi hamil tua dengan anak ketujuhnya,” kata pernyataan dari dikasteri tersebut.

“Anak laki-laki ini lahir pada saat ibunya martir, oleh karena itu, ditambah jumlah anak, juga martir,” tambahnya. Pernyataan tersebut selanjutnya mengatakan, “Faktanya, dalam kemartiran orang tuanya dia menerima baptisan darah.”

Anak-anak Ulma lainnya berusia antara 18 bulan hingga 7 tahun, menurut Vatikan.

Keluarga Ulma dibunuh karena melindungi sebuah keluarga Yahudi selama 18 bulan, menurut dokumen pendukung yang menyertai beatifikasi tersebut, yang merupakan langkah terakhir sebelum menjadi orang suci. Keluarga Yahudi juga dibunuh.

Ini akan menjadi pertama kalinya seluruh keluarga diangkat menjadi orang suci, menurut kantor media Vatikan.

Dilaporkan sebelumnya bahwa anak ketujuh dianggap “belum lahir” dan dengan demikian beatifikasi tersebut akan menjadi kali pertama seorang anak yang belum lahir dibeatifikasi.

Namun Vatikan mengklarifikasi pada hari Selasa bahwa, pada kenyataannya, anak tersebut lahir “pada saat” pembunuhan ibunya, dan, dengan demikian, termasuk dalam jumlah anak yang masih hidup.

Jenazah keluarga tersebut digali untuk upacara tersebut dan akan dimakamkan kembali setelah mereka dibeatifikasi. ***

--- Simon Leya

Komentar