INTERNASIONAL Pesawat Tergelincir dan Terbakar di Nepal, 18 Tewas, Hanya Pilot yang Selamat 25 Jul 2024 08:33
Negara di Himalaya, yang merupakan rumah bagi delapan dari 14 gunung tertinggi di dunia termasuk Everest, memiliki rekor kecelakaan udara.
NEPAL, IndonesiaSatu.co -- Sedikitnya 18 orang tewas setelah sebuah pesawat kecil tergelincir dari landasan pacu di ibu kota Nepal, Kathmandu, pada hari Rabu, kata pejabat setempat.
Diberitakan CNN (24/7/2024), pilot, yang dirawat di rumah sakit, adalah satu-satunya yang selamat dari kecelakaan Saurya Airlines, kata Gyanendra Bhul, juru bicara Bandara Internasional Tribhuvan.
Semua penumpang di dalamnya – 18 warga Nepal dan seorang warga negara Yaman – adalah karyawan maskapai tersebut, menurut polisi.
Gambar dari polisi Nepal menunjukkan asap tebal mengepul dari pesawat yang terbakar di landasan bandara.
Pesawat itu jatuh saat lepas landas dari Kathmandu menuju kota Pokhara sekitar pukul 11.00 waktu setempat, kata Bhul. Pesawat itu sedang dalam perjalanan untuk pemeliharaan teknis, tambahnya.
“Upaya penyelamatan segera dimulai dan situasi dapat dikendalikan,” kata otoritas penerbangan.
Kecelakaan ini sekali lagi menyoroti bahaya perjalanan udara di Nepal, negara yang sering disebut sebagai salah satu tempat paling berisiko untuk terbang karena berbagai faktor termasuk medan pegunungannya.
Negara di Himalaya, yang merupakan rumah bagi delapan dari 14 gunung tertinggi di dunia termasuk Everest, memiliki rekor kecelakaan udara.
Cuacanya bisa berubah secara tiba-tiba, dan landasan udara biasanya terletak di daerah pegunungan yang sulit dijangkau.
Pesawat dengan 19 kursi atau kurang lebih mungkin mengalami kecelakaan karena kesulitan ini, menurut laporan keselamatan tahun 2019 dari Otoritas Penerbangan Sipil.
Meskipun negara ini telah melakukan perbaikan dalam standar keselamatan dalam beberapa tahun terakhir, tantangannya masih ada, dan kurangnya investasi pada pesawat yang menua hanya menambah risiko penerbangan.
Tahun lalu, Nepal mengalami kecelakaan pesawat terburuk dalam lebih dari 30 tahun ketika sedikitnya 68 orang tewas ketika sebuah penerbangan Yeti Airlines jatuh di dekat Pokhara.
Pada Mei 2022, penerbangan Tara Air yang berangkat dari Pokhara jatuh di gunung dan menewaskan 22 orang.
Pada awal tahun 2018, penerbangan US-Bangla Airlines dari ibu kota Bangladesh, Dhaka, ke Kathmandu jatuh saat mendarat dan terbakar, menewaskan 51 orang.
Dan pada tahun 2016, sebuah penerbangan Tara Air jatuh saat terbang dengan rute yang sama dengan kecelakaan tahun 2023.***
--- Simon Leya
Komentar