Breaking News

INFRASTRUKTUR Prabowo Pimpin Ratas di Istana, Percepat Pematangan Proyek Giant Sea Wall Pantura 21 Apr 2026 15:56

Article image
Presiden Prabowo Subianto memimpin rapat terbatas dengan sejumlah Menteri Kabinet Merah Putih terkait dengan pematangan rencana pembangunan tanggul laut raksasa Read more: https://setkab.go.id/presiden-prabowo-pimpin-ratas-percepat-pematangan-giant-sea-
emerintah menekankan bahwa percepatan pembangunan giant sea wall tidak hanya berorientasi pada kecepatan, tetapi juga kualitas perencanaan yang matang.

JAKARTA, IndonesiaSatu.co -- Presiden Prabowo Subianto memimpin rapat terbatas bersama sejumlah Menteri Kabinet Merah Putih guna mempercepat pematangan rencana pembangunan tanggul laut raksasa (giant sea wall) sebagai proyek strategis nasional.

Rapat tersebut berlangsung di Istana Merdeka pada Senin, 20 April 2026, dengan fokus utama pada penguatan perlindungan kawasan pesisir utara Jawa (Pantura) dari ancaman abrasi dan kenaikan muka air laut.

Dalam rapat tersebut, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Dikti Saintek) Brian Yuliarto menegaskan bahwa proyek giant sea wall memiliki peran yang sangat krusial. Ia menyebutkan bahwa infrastruktur ini diproyeksikan mampu melindungi sekitar 60 persen kawasan industri nasional serta lebih dari 30 juta penduduk yang tinggal di wilayah terdampak.

Brian juga mengungkapkan bahwa pemerintah mendorong keterlibatan aktif perguruan tinggi melalui riset dan inovasi. Menurutnya, sejumlah penelitian kampus telah menunjukkan hasil yang menjanjikan, termasuk uji coba yang dilakukan di wilayah Demak dan Semarang.

“Banyak hasil penelitian di kampus yang sudah diuji coba, salah satunya di Demak dan Semarang. Ke depan, dosen-dosen dengan riset terkait pengembangan giant sea wall diminta untuk terlibat aktif guna mempercepat dan meningkatkan efisiensi pembangunan,” ujar Brian.

Sebagai langkah lanjutan, Kementerian Dikti Saintek akan mengundang para guru besar dan pakar dari berbagai disiplin ilmu yang relevan, termasuk bidang pengembangan daratan dan reklamasi. Para akademisi tersebut tidak hanya akan memberikan kajian teknis, tetapi juga akan dilibatkan langsung dalam tim pelaksana proyek.

“Bahkan lebih dari itu, mereka nantinya akan masuk langsung ke dalam tim yang dipimpin oleh Kepala Badan Otorita,” tambahnya.

Sementara itu, Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan yang juga menjabat sebagai Kepala Badan Pengelola Pantai Utara Jawa, Didit Herdiawan Ashaf, menyampaikan bahwa proyek giant sea wall saat ini masih berada pada tahap perencanaan. Pemerintah tengah melakukan pendalaman terhadap berbagai aspek, khususnya terkait konstruksi dan pemanfaatan sumber daya.

“Rencana masih dalam tahap penghitungan, terutama terkait waktu dan ketersediaan resources di Indonesia. Kita berupaya memanfaatkan semua potensi yang ada, termasuk aspek lingkungan, dengan mengoptimalkan penggunaan material berbasis limbah,” jelas Didit.

Pemerintah menekankan bahwa percepatan pembangunan giant sea wall tidak hanya berorientasi pada kecepatan, tetapi juga kualitas perencanaan yang matang. Kolaborasi antara pemerintah, akademisi, dan pelaku industri dinilai menjadi kunci utama untuk memastikan proyek ini kokoh secara teknis, tepat secara ekonomi, serta berkelanjutan bagi lingkungan.

Dengan pendekatan tersebut, proyek giant sea wall diharapkan mampu menjadi solusi jangka panjang dalam melindungi kawasan Pantura sekaligus menjaga stabilitas ekonomi nasional yang sangat bergantung pada wilayah pesisir tersebut.

--- Redem Kono

Komentar