NASIONAL Resmi! Mayjen TNI Novi Helmy Prasetya Ditunjuk Jadi Dirut Bulog 10 Feb 2025 18:22
Erick Thohir menjelaskan, penunjukkan Mayjen Novi bagian dari penyegaran Perum Bulog. Menurutnya, kehadiran petinggi TNI aktif tersebut diperlukan untuk menggenjot realisasi penyerapan gabah dengan target 3 juta ton gabah untuk tahun ini.
JAKARTA, IndonesiaSatu.co -- Menteri Badan Usaha Milik Negara Erick Thohir melakukan pergantian direksi Perum Badan Urusan Logistik (Bulog) dengan menetapkan Mayor Jenderal TNI Novi Helmy Prasetya sebagai Direktur Utama (Dirut)
Keputusan tersebut tertuang dalam Keputusan Menteri BUMN Nomor: SK-30/MBU/02/2025 tanggal 7 Februari 2025. Mayor Jenderal TNI Novi Helmy Prasetya, sebelumnya menjabat sebagai Asisten Teritorial Panglima TNI. Ia akan memulai masa baktinya sebagai Direktur Utama bersama dengan Direktur Keuangan Hendra Susanto.
Selain Direksi, Jajaran Dewan Pengawas Perum Bulog juga mengalami perombakan sesuai SK Nomor: SK-29/MBU/02/2025 tanggal 7 Februari 2025 yang mengakhiri Wicipto Setiadi sebagai Dewan Pengawas diganti dengan Verdianto Iskandar Bitticaca, seorang Purnawirawan Polri yang terakhir mengemban amanat sebagai Asisten Utama Kapolri Bidang Operasi.
Alasan Penunjukkan
Erick menyebut, penunjukkan Mayjen Novi bagian dari penyegaran Perum Bulog. Menurutnya, kehadiran petinggi TNI aktif tersebut diperlukan untuk menggenjot realisasi penyerapan gabah dengan target 3 juta ton gabah untuk tahun ini.
"Sama kemarin keputusan pembelian gabah untuk 3 juta (ton). Kita lihat datanya masih kurang maksimal. Kita lakukan penyegaran," ujar Erick dalam konferensi pers di Kementerian BUMN, Jakarta, Senin (10/2/2025).
Erick menilai, fungsi penyerapan gabah petani oleh Bulog penting untuk membantu ekonomi petani. Pemerintah menetapkan harga pembelian pemerintah (HPP) gabah Rp 6.500 per kilogram.
"Karena yang terpenting jangan sampai dengan sekarang kita menuju swasembada beras. Yang selama ini kita impor. Akhirnya serapannya tidak maksimal. Harga gabahnya turun. Petaninya kasihan. Akhirnya kapok menanam," tegasnya.
Jajaran Mabes TNI memastikan penunjukan Mayjen TNI Novi Helmy Prasetya sebagai Direktur Utama (Dirut) Perum Bulog berdasarkan kesepakatan bersama yang telah disetujui TNI dengan jajaran Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN).
"Penunjukan Mayjen TNI Novi Helmy sebagai Direktur Utama Bulog merupakan bagian dari kerja sama strategis antara TNI dan BUMN yang didasarkan pada Nota Kesepahaman (MoU) antara kedua institusi, yang telah dilaksanakan sebelumnya," kata Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Mayor Jenderal TNI Hariyanto saat dikonfirmasi awak media, Senin (10/2/2025).
Walau demikian, Hariyanto tidak menjelaskan secara apa saja kerja sama yang diatur antara TNI dan Kementerian BUMN dalam MoU tersebut.
Lebih lanjut, selain karena MoU, Novy Helmy ditunjuk sebagai Dirut Bulog lantaran dianggap memiliki pengalaman di bidang pembinaan Babinsa serta memiliki jaringan yang luas.
Pengalaman itu dianggap dapat mempermudah Bulog dalam menjalankan program ketahanan pangan nasional. Hal tersebut, lanjut Hariyanto, juga disetujui oleh Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto.
"Panglima TNI telah menyetujui permintaan tersebut, setelah mempertimbangkan aspek strategis dan kontribusi yang dapat diberikan oleh Mayjen TNI Novi Helmy di Bulog," ujar Hariyanto.
Dengan penunjukan Novi Helmy sebagai Dirut Perum Bulog, TNI berharap jajarannya dapat memberikan kontribusi lebih banyak dalam mendukung program ketahanan pangan nasional.
"TNI selalu mendukung kebijakan yang berorientasi pada kepentingan nasional, termasuk dalam menjaga ketahanan pangan sebagai bagian dari ketahanan nasional," pungkasnya.
---R.Kono
Komentar