Breaking News

EKONOMI Respon Keluhan Asosiasi Pengusaha dan UMKM, Pemerintah Akan Perketat Impor Kosmetik, Elektronik dan Baju 09 Oct 2023 10:04

Article image
Beragam produk kerajinan UMKM di seluruh Indonesia dipamerkan dalam acara Inacraft 2023. (Foto: CNN)
"Impor ini tentunya akan mengganggu pangsa pasar produksi dalam negeri kemudian juga maraknya impor ilegal pakaian bekas dan juga di sektor industri tekstil terjadi PHK," kata Airlangga.

JAKARTA, IndonesiaSatu.co-- Pemerintah Indonesia melalui Presiden Joko Wododo (Jokowi) akan memperketat impor baju, komestik, obat-obatan hingga mainan anak-anak.

Hal itu dilakukan pemerintah untuk meredam banjir impor yang merugikan industri dalam negeri.

"Presiden (Jokowi) fokus ke pengetatan impor komoditas tertentu. Komoditas yang dipilih adalah mainan anak-anak, elektronik, alas kaki, kosmetik, barang tekstil, obat-obatan tradisional dan suplemen kesehatan, pakaian jadi dan aksesorisnya, serta produksi tas," ujar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto usai menghadiri rapat internal kabinet di Istana Negara, Jumat (6/10/2023).

Airlangga mengungkapkan pemerintah mendengar keluhan asosiasi pengusaha maupun masyarakat terkait banjirnya barang impor di pasar tradisional dan maraknya penjualan barang asing di e-commerce.

"Impor ini tentunya akan mengganggu pangsa pasar produksi dalam negeri kemudian juga maraknya impor ilegal pakaian bekas dan juga di sektor industri tekstil terjadi PHK," kata Airlangga.

Sejumlah barang yang pemeriksaannya post border juga akan diubah menjadi border.

Mengutip laman Kemendag dan Kementerian Keuangan, border adalah wilayah pabean dan post border berarti di luar kawasan pabean.

Ketentuan soal pemeriksaan border dan post border diatur dalam Permendag Nomor 44 Tahun 2021 yang kini direvisi menjadi Permendag Nomor 53 Tahun 2021 tentang Pencabutan Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 44 Tahun 2021 tentang Perubahan Ketiga atas Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 118 Tahun 2018 Tentang Ketentuan Impor Barang Modal Dalam Keadaan Tidak Baru.

Produk UMKM Sulit Bersaing

Upaya pemerintah melindungi pelaku usaha Indonesia dari banjir produk impor bukan tanpa alasan.

Menteri Koperasi dan UKM, Teten Masduki, mengakui produk UMKM masih sulit bersaing di pasar global.

"UMKM kita masih skalanya ekonomi subsisten, skala untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga, tidak produktif. Produknya juga masih belum punya daya saing, apalagi daya saing global," kata Teten di acara Indonesia Digital Meet Up 2023, Kamis (5/10/23) lalu.

Menurut Teten, UMKM lokal sulit bersaing karena diproduksi dengan alat-alat sederhana serta model bisnisnya juga bisnis model masih sederhana. Jika kondisi itu tidak diperbaiki, maka UMKM akan mengalami stagnasi market dan pasar dalam negeri akan diserbu produk-produk impor.

Pada saat yang sama, produk impor murah bisa dengan mudah masuk ke dalam negeri.

Teten mengungkapkan ada dua cara produk impor murah bisa masuk ke pasar dalam negeri.

Pertama, karena praktek dumping yakni mengekspor barang dari negara asalnya untuk dijual ke Indonesia dengan harga lebih murah untuk menguasai pasar.

Kedua, barang impor bisa masuk melalui jalur tak resmi. Teten mengatakan hal tersebut terlihat dari data Menteri Keuangan Sri Mulyani yang mengatakan ada impor dari China yang tak tercatat. "Berarti ada yang lewat jalur ilegal. Ini yang mau kita benahi," katanya.

--- Guche Montero

Komentar