REGIONAL Sambut Peringatan Harlah Pancasila 1 Juni, Bupati Ende Resmi Luncurkan Pekan Ende Street Festival 2025 23 May 2025 09:17
Bupati Badeoda berharap agar Event tersebut menjadi agenda tahunan sehingga dapat menjadi salah satu daya tarik wisata di Kabupaten Ende.
ENDE, IndonesiaSatu.co-- Dalam rangka menyongsong peringatan Hari Lahir Pancasila pada 1 Juni, Pemerintah Kabupaten Ende resmi meluncurkan Pekan Ende Street Festival (PESTA) 2025 bertempat di Lapangan Pancasila, Rabu (21/5/2025).
Acara Peluncuran diawali dengan seremoni pelepasan 1000 lampion ke langit Kota Ende sehingga mengundang sorakan ribuan warga yang hadir dan menyaksikan acara tersebut.
Bupati Ende, Yosef Benediktus Badeoda, S.H., M.H, yang memimpin langsung prosesi peluncuran dan pelepasan lampion, dalam sambutannya mengatakan bahwa Pekan Ende Street Festival (PESTA) 2025 akan menjadi event penting untuk memperkuat identitas budaya lokal serta mendorong kreativitas masyarakat dalam bingkai persatuan.
"Event Festival ini akan berlangsung selama sepekan, sejak 22 hingga 30 Mei 2025. Terdapat berbagai kegiatan seni, budaya, hingga ekspo yang melibatkan pelaku UMKM dan seniman lokal,” kata Bupati Badeoda.
Bupati Badeoda menekankan bahwa PESTA bukan hanya ajang hiburan, tetapi juga menjadi sarana refleksi dan pemersatu masyarakat Ende yang multikultural.
Menurutnya, selain mengangkat kekayaan budaya daerah Ende-Lio-Nage, Festival tersebut bertujuan untuk menggairahkan sektor ekonomi kreatif dan pariwisata di Ende.
"PESTA 2025 dipastikan akan berlangsung meriah dengan aneka agenda yang disajikan yakni pentas seni, pertunjukan musik tradisional dan modern, parade budaya, hingga pameran produk-produk lokal," beber Bupati.
Dijelaskan bahwa rangkai pekan Festival akan ditutup dengan Doa Kebangsaan pada 31 Mei, yang melibatkan seluruh tokoh lintas agama dan umat beragama di Kabupaten Ende.
Menurut Bupati, Doa Kebangsaan ini sebagai bentuk syukur atas keberagaman dan keharmonisan yang terjalin selama ini.
Selanjutnya pada 1 Juni akan digelar Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila dan dilanjutkan dengan Parade Pancasila.
Puncak perayaan akan ditutup dengan menari tandak (Gawi) bersama, tarian massal khas Ende yang menjadi simbol persatuan dan gotong-royong.
Bupati Badeoda berharap agar Event tersebut menjadi agenda tahunan sehingga dapat menjadi salah satu daya tarik wisata di Kabupaten Ende.
"Besar harapan agar Festival ini menjadi salah satu ikon budaya Ende yang dikenal luas, baik di tingkat nasional maupun internasional. Kami ingin menunjukkan bahwa Ende tidak hanya memiliki sejarah besar sebagai Kota Lahirnya Pancasila, melainkan juga memiliki kekayaan warisan budaya yang terus hidup hingga saat ini,” tandasnya.
Hadir pada acara Peluncuran tersebut segenap pimpinan OPD lingkup Pemda Ende, para musisi, seniman, pelaku UMKM, budayawan, dan segenap masyarakat.
--- Guche Montero
Komentar