REGIONAL Semarak HUT Kemerdekaan RI ke-79 Lewat Pagelaran Karnaval, Camat Arnold Apresiasi PGRI Lio Timur 16 Aug 2024 18:36
"Puji Tuhan, acara Karnaval berjalan dengan aman, lancar dan terkendali," kata Camat Arnold mengapresiasi.
ENDE, IndonesiaSatu.co-- Camat Lio Timur, Arnoldus Ngey Botha, SE mengapresasi inisiatif Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI), Kecamatan Lio Timur, Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur (NTT) yang berkomitmen untuk tetap menggelar Karnaval tingkat Kecamatan Lio Timur dalam rangka menyambut HUT Kemerdekaan RI ke-79 tahun 2024.
Sebelumnya, kegiatan Karnaval diputuskan untuk dibatalkan oleh Panitia HUT RI tingkat Kecamatan Lio Timur akibat insiden (keributan) antara warga dalam turnamen bola voli yang digelar di lapangan Ae Petu, Watuneso.
"Apresiasi dan terima kasih untuk PGRI Lio Timur yang tetap menanamkan rasa cinta dan bangga akan kekayaan budaya Indonesia (Nusantara), menggalang dan memupuk rasa persatuan dan kesatuan sesama anak bangsa dalam semangat Bhineka Tunggal Ika melalui kegiatan Karnaval ini," ungkap Camat Arnold di sela-sela kegiatan Karnaval, Kamis (15/8/2024) sore Wita.
Camat Arnold menerangkan, dalam rangka memeriahkan HUT Kemerdekaan RI ke-79 ini, Panitia tingkat Kecamatan Lio Timur menyelenggarakan beberapa jenis kegiatan pertandingan dan perlombaan, namun dengan insiden (keributan) yang terjadi, maka melalui hasil Musyawarah Pimpinan Camat (Muspicam) di tingkat Kecamatan yang melibatkan berbagai pihak termasuk pihak keamanan setempat, Panitia memutuskan untuk menghentikan sementara segala jenis kegiatan.
"Salut untuk PGRI Kecamatan Lio Timur yang bertanggung jawab untuk tetap menggelar Karnaval termasuk menjamin keamanan dari masing-masing sekolah dan rombongan serta instansi setempat. Puji Tuhan, acara Karnaval berjalan dengan aman, lancar dan terkendali," kata Camat Arnold mengapresiasi.
Wujud Tanggung Jawab dan Nasionalisme
Kepada media ini, Ketua PGRI Lio Timur, Romaldus Lagu, S.Ag, mengatakan bahwa inisiatif PGRI untuk tetap menggelar Karnaval sebagai wujud tanggung jawab dan nasionalisme pada momentum bersejarah Bangsa Indonesia.
"Sebagai abdi negara, kita punya tanggung jawab besar untuk tetap menunjukkan semangat nasionalisme, merajut persatuan, persaudaraan dan mengibarkan keanekaragaman Nusantara, dari Sabang hingga Merauke," ungkap Pak Roma.
Kepala Sekolah SMA Karitas Waruneso itu menambahkan bahwa kegiatan Karnaval harus digelar agar tidak mengecewakan para orang tua dan para siswa-siswi (peserta karnaval) yang telah menyiapkan diri.
"Jika ini (karnaval, red) dibatalkan, tentu para peserta terutama para orang tua yang ingin menyaksikan penampilan anak-anak mereka, sangat kecewa. Oleh karena itu, kita ambil alih kegiatan Karnaval ini tetap dilaksanakan, meskipun dengan segala resiko. Syukur, semuanya berjalan aman, lancar dan meriah," kata Bapak Roma bangga.
Adapun kegiatan Karnaval yang mulai sejak pukul 15:00 sore Wita hingga malam hari itu mengikuti rute dari SDK Watuneso hingga berakhir di Lapangan Ae Petu Watuneso.
Para perserta yang mengikuti Karnaval tingkat kecamatan Lio Timur terdiri dari mahasiswa-mahaiswi KKN Universitas Flores, Koperasi Pintu Air, Puskesmas Watuneso, pihak Kecamatan Lio Timur, SMK Santo Ignasius, SMP Swasta Dona Mart, SMA Karitas Watuneso, SMP Satap Detubelo, SMP Negeri 3 Wolowaru, para siswa-siswi tingkat SD serta TKK se-Kecamatan Lio Timur.
--- Guche Montero
Komentar