OPINI Semau dan Lamaholot 08 Sep 2023 11:30
Kita Flobamora, Bung Kalake! Kita Indonesia!
Oleh: GF Didinong Say*
Wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT), provinsi yang mendapat nama dari Mohamad Yamin (1958) itu merupakan daerah yang luas, berikut lautan antara yang mengikat kawasan kepulauan yang kerap juga disebut Flobamora itu.
Masyarakat di NTT itu beragam ragam kultur budaya dan latar belakang lainnya. Masalah di NTT juga kompleks.
Ketika Viktor Bugtilu Laiskodat (VBL) berkuasa selama 5 tahun sebagai Gubernur NTT, nama Pulau Semau yang terletak di mulut kota Kupang itu l, ikut terangkat.
Viktor Laiskodat pun memberikan cukup perhatian kepada kampung asalnya tersebut.
Paling tidak tercatat, di pulau kecil itu, pada tahun 2021 Laiskodat pernah mengumpulkan hampir seluruh pejabat Provinsi dan Kabupaten se-NTT sekadar berhura-hura, justru di masa pandemi Covid-19 masih menjadi momok yang menakutkan dengan sekian kebijakan lock down.
Standard protokol kesehatan ditabrak "semau gue", sementara rakyat NTT dipaksa menjaga jarak.
Saat berkampanye, dengan garang Laiskodat berteriak anti nepotisme dan kroni-isme. Namun kenyataan setelah berkuasa, Laiskodat merekrut beberapa pejabat dari Semau dalam jajaran birokrasi Provinsi NTT, termasuk dari kalangan kaum keluarganya sendiri. Apa mau dikata, orang punya kuasa.
Beberapa hari belakangan ini, di tengah kelegaan rakyat NTT terlepas dari himpitan kepemimpinan Vik-Joss (Viktor Laiskodat-Josef Nae Soi) yang suka melecehkan rakyatnya sendiri itu, muncul harapan baru terhadap Ayodhia Kalake selaku Penjabat Gubernur NTT, yang konon 'diback-up' oleh Menko Marves, LBP untuk masa transisi satu tahun kepemimpinan.
Atodhia Kalake, putra diaspora Lamaholot di Bandung ini, mendapat highly recommended dari LBP sebagai teknorat profesional mumpuni. Semoga demikian.
Bung Kalake, NTT atau Flobamora kampung halaman kita itu, tertinggal dalam banyak hal dari wilayah lain di Indonesia.
Masalah di NTT itu bukan hanya soal garam, ternak, stunting, pariwisata, dan hal-hal tertentu lain yang berkenaan dengan bisnis orang Jakarta.
Belum lagi membereskan berbagai residu yang ditinggalkan oleh rejim sebelumnya. Masalah di NTT sangat kompleks!
Jangan takut Bung! Sejak Gubernur El Tari, Fernandes, Ben Mboi, Musakabe, dan seterusnya, seluruh rakyat NTT pasti siap mendukung sepenuhnya siapa pun pemimpin yang berniat membangun.
Tapi sedari awal Bung Kalake mesti menyadari bahwa NTT itu bukan hanya Kupang atau Lamaholot.
Beberapa hari ini sebutan Lamaholot sempat viral terkait penunjukkan Penjabat Gubernur. Kita Flobamora, Bung Kalake! Kita Indonesia!
* Penulis adalah pengamat sosial, politik dan budaya, tinggal di Jakarta.
Komentar