NASIONAL Survei DEN Bersama BPS dan Sejumlah Lembaga, Temukan Perbedaan Tingkat Kehadiran Antara Penerima dan Nonpenerima MBG 21 Oct 2026 11:15
DEN merekomendasikan agar pemerintah tidak hanya memperhatikan jangkauan penerima manfaat, tetapi juga memastikan kualitas makanan yang diberikan kepada siswa.
JAKARTA, IndonesiaSatu.co-- Dewan Ekonomi Nasional (DEN) mengungkapkan bahwa siswa penerima program Makan Bergizi Gratis (MBG) cenderung lebih jarang absen di sekolah dibandingkan siswa yang tidak menerima program tersebut. Temuan ini menjadi salah satu bahan evaluasi yang disampaikan DEN kepada Presiden Prabowo Subianto.
Anggota DEN Firman Hidayat, pada selasa, 20/10 di Istana Kepresidenan mengatakan temuan tersebut berasal dari studi berbasis Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) yang dilakukan DEN bersama Badan Pusat Statistik (BPS) dan sejumlah lembaga lainnya.
“Terlepas dari segala kekurangan yang dialami program MBG ini, kami melihat temuannya cukup menarik. Kalau kita lihat absensi siswa, penerima MBG itu jarang absen dibandingkan dengan nonpenerima MBG,” kata Firman
Menurut Firman, perbedaan tingkat kehadiran siswa penerima dan nonpenerima MBG terlihat cukup besar, terutama pada kelompok masyarakat paling miskin atau desil 1.
Ia menjelaskan, siswa dari kelompok ekonomi terbawah yang tidak menerima MBG cenderung lebih sering absen. Sebaliknya, siswa yang memperoleh program tersebut relatif lebih rutin hadir di sekolah.
DEN juga menemukan bahwa penurunan tingkat ketidakhadiran siswa berkaitan dengan semakin tingginya intensitas penerimaan MBG di sekolah. Temuan tersebut dinilai sebagai salah satu indikasi positif dari pelaksanaan program.
Selain tingkat kehadiran, DEN menyoroti hubungan antara kualitas makanan MBG dan semangat belajar siswa.
Firman menyebut, sekitar 95 persen siswa penerima MBG menyatakan semangat belajar mereka meningkat ketika kualitas menu yang disajikan sangat baik.
Namun, angka tersebut menurun tajam ketika kualitas makanan dinilai buruk. Hal ini menunjukkan bahwa kualitas makanan menjadi salah satu aspek penting yang perlu diperhatikan dalam pelaksanaan program.
“Artinya, memang salah satu rekomendasi kami ke Bapak Presiden yang tadi kami sampaikan, perlu diperhatikan kualitas menu MBG, karena ini berkorelasi dengan rasa lapar dan semangat belajar anak di sekolah,” ujar Firman.
Berdasarkan temuan tersebut, DEN merekomendasikan agar pemerintah tidak hanya memperhatikan jangkauan penerima manfaat, tetapi juga memastikan kualitas makanan yang diberikan kepada siswa.
Perbaikan kualitas menu dinilai penting agar tujuan program MBG dalam mendukung pemenuhan gizi anak dapat berjalan seiring dengan peningkatan kehadiran dan semangat belajar di sekolah.
Temuan DEN ini menjadi masukan bagi pemerintah untuk mengevaluasi pelaksanaan MBG di lapangan, terutama dalam memastikan makanan yang disajikan memenuhi standar kualitas dan kebutuhan gizi penerima manfaat.*
--- Hendrik Penu
Komentar