Breaking News

PERTAHANAN Valens Daki-Soo: Sudah Saatnya Operasi Militer Digelar di Papua 13 Apr 2024 10:49

Article image
Letnan Dua (Inf) Oktovianus Sogalrey. (Foto: TV One)
Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto mengatakan kelompok bersenjata itu menyebut diri mereka Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB), yang merupakan bagian dari OPM.

JAKARTA, IndonesiaSatu.co -- Pasca aksi penembakan terhadap Komandan Rayon Militer (Danramil) 1703-04/Aradide, Letnan Dua (Inf) Oktovianus Sogalrey, TNI kembali menggunakan nama Organisasi Papua Merdeka (OPM) untuk menyebut kelompok bersenjata di Papua.

Penggunaan nama OPM dilakukan karena dilatarbelakangi riwayat kekerasan yang telah dilakukan oleh kelompok tersebut di bumi Cendrawasih.

"Perubahan nama tersebut merupakan bentuk komitmen pimpinan TNI dalam melindungi prajurit di lapangan," kata Kapuspen TNI Mayjen TNI Nugraha Gumilar dalam keterangan kepada wartawan, Jumat (12/4/2024).

TNI memandang OPM sebagai tentara kombatan. Status itu, kata Nugraha, membuat para anggota OPM berhak menerima sasaran tindakan dari TNI saat terlibat konflik.

"OPM adalah tentara/kombatan dan berhak menjadi korban/sasaran berdasarkan hukum humaniter," ujar Nugraha seperti dilansir detik.com (12/4/2024).

Dengan demikian TNI diharapkan tidak lagi ragu dalam memberikan tindakan tegas kepada tiap anggota OPM yang terlibat pembunuhan atau pemerkosaan terhadap warga sipil di Papua.

"Sehingga prajurit tidak ragu-ragu lagi bertindak tegas terhadap OPM yang telah bertindak brutal merampok, membunuh, memperkosa, dan membakar fasilitas umum," tutur Nugraha.


Operasi militer

Pengamat pertahanan Valens Daki-Soo yang dimintai komentarnya sehubungan penyebutan OPM oleh TNI berpendapat, sudah saatnya operasi militer digelar di Papua, bukan lagi operasi penegakan hukum (Gakkum).

"Ini ranahnya TNI karena separatisme dan pemberontakan bersenjata (armed rebellion) bukan domain Polri karena bukan terorisme biasa," kata Valens.

"Dari hari ke hari para prajurit kita gugur, berjatuhan jadi korban keganasan OPM. Kasihan anak-anak kita, para prajurit muda di lapangan gugur seperti ini. Mohon TNI ambil tindakan tegas," tambah Valens.

Dikatakan Valens, selain operasi militer, tetap dilakukan pendekatan kesejahteraan (prosperity approach) menyangkut pemerataan pembangunan, pemberantasan korupsi, dan sebagainya.


Bagian dari OPM
Perihal pergantian sebutan ini, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto mengatakan kelompok bersenjata itu menyebut diri mereka Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB), yang merupakan bagian dari OPM.

"Jadi dari mereka sendiri menamakan mereka adalah TPNPB, Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat, sama dengan OPM," ucap Agus dalam jumpa pers di Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (10/4/2024).

Agus tak menjelaskan lebih lanjut soal penyebutan nama OPM. Dia lanjut menerangkan kekerasan yang dilakukan OPM terhadap masyarakat dan aparat.

"Sekarang mereka sudah melakukan teror melakukan pembunuhan, pemerkosaan terhadap guru, nakes, pembunuhan kepada masyarakat, TNI, Polri. Masa harus kita diamkan seperti itu? Dan dia kombatan, membawa senjata," ucap Agus seperti dilansir detik.com (12/4/2024).***

 

--- Simon Leya

Komentar