Breaking News

INTERNASIONAL Wabah Ebola Kembali Landa RD Kongo, 3.475 Pasien Meninggal Dunia 17 Sep 2026 13:35

Article image
Petugas medis RD Kongo bersiap menangani pasien Ebola. (Foto: DPA)
Menteri Kesehatan RD Kongo Roger Kamba Mulamba menyatakan bahwa penularan varian Bundibugyo menunjukkan tanda-tanda melambat.

KINSHASA, IndonesiaSatu.co - Otoritas kesehatan Republik Demokratik Kongo menyatakan, jumlah kasus infeksi Ebola di negara tersebut telah melampaui 7.200 dan hampir separuh dari pasien terkonfirmasi meninggal dunia sejak wabah terbaru ini menyebar.

Disitir dari DPA, Kamis (17/9/2026), wabah tersebut telah menyebabkan sedikitnya 3.475 orang kehilangan nyawa sehingga tingkat kematian mencapai 48,3%.

Sebanyak 1.712 pasien telah dinyatakan sembuh, sementara 923 orang masih menjalani isolasi atau perawatan di rumah sakit.

Disebutkan pula, sekitar 88% dari kontak yang teridentifikasi saat ini sedang dalam pemantauan.

Virus ini kini telah terdeteksi di 62 zona kesehatan yang tersebar di tujuh provinsi. Wilayah Ituri menjadi pusat penyebaran utama, disusul oleh Kivu Utara. Sud-Ubangi termasuk salah satu wilayah yang terdampak belakangan ini.

Wabah kali ini disebabkan oleh virus Ebola galur Bundibugyo dan telah menjadi wabah terbesar yang pernah tercatat dalam sejarah RD Kongo, melampaui epidemi tahun 2018–2020 di negara tersebut.

Hingga saat ini belum tersedia vaksin yang disetujui maupun pengobatan khusus untuk virus Ebola galur Bundibugyo.

Meskipun jumlah kumulatif kasus terus meningkat, Menteri Kesehatan RD Kongo Roger Kamba menyatakan bahwa penularan varian Bundibugyo menunjukkan tanda-tanda melambat.

Ia menyebutkan bahwa jumlah infeksi harian telah turun dari sekitar 120 kasus pada puncak wabah di pertengahan Agustus menjadi sekitar 80 kasus.

Tidak ada infeksi baru yang terdeteksi selama setidaknya 22 hari di sepuluh dari 62 zona kesehatan yang terdampak wabah, termasuk enam zona yang telah melewati lebih dari 42 hari tanpa adanya infeksi baru.

"Angka-angka ini merupakan tanda positif dan menunjukkan upaya yang dikerahkan di lapangan membuahkan hasil dan strategi respons kami mulai berhasil melandaikan kurva penularan," kata Kamba seperti dikutip dari DPA.

Sementara itu, Kepala Pusat Kontrol dan Pencegahan Penyakit Afrika Jean Kaseya mengatakan pihaknya telah memperluas cakupan rencana respons Ebola dengan meningkatkan anggaran dari  518 juta dolar AS menjadi USD 1,4 miliar dolar AS. 

Namun ia menegaskan, baru 13% dana dari sekitar 910 juta dolar AS yang dijanjikan oleh para donor yang telah benar-benar dicairkan. Ia mengingatkan bahwa wabah tersebut tidak dapat dihentikan tanpa pendanaan yang memadai serta langkah-langkah untuk menangani situasi kemanusiaan yang terjadi.