Breaking News

NASIONAL Bahlil Lahadalia Jabat Ketua Harian Dewan Energi Nasional 30 Jan 2026 18:32

Article image
Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia dilantik menjadi Ketua Harian Dewan Energi Nasional (DEN). (Foto: Biro Pers Setpres)
Bahlil mengatakan, DEN di bawah kepemimpinannya hendak mewujudkan swasembada, ketahanan, dan kemandirian energi.

JAKARTA, IndonesiaSatu.co-- Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, mendapat tugas dan kewenangan baru sebagai Ketua Harian Dewan Energi Nasional (DEN). 

Pelantikan Bahlil sebagai Ketua DEN berlangsung di Istana Negara, Jakarta, Kamis (29/1/2026).

Pelantikan Ketua Harian dan anggota Dewan Energi Nasional berdasarkan Keppres 134 P Tahun 2025 tentang pengangkatan anggota DEN dari pemangku kepentingan dan Keppres 6 P Tahun 2026 tentang pengangkatan keanggotaan DEN dari unsur pemerintah.

Mensesneg, Prasetyo Hadi, menyampaikan alasan pengangkatan ketua harian dan anggota DEN dilakukan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto.

Prasetyo menyebut, target swasembada energi menjadi prioritas pemerintah tahun ini.

"Jadi, kenapa ini langsung Bapak Presiden yang akan melantik, karena sekali lagi, bahwa masalah energi menjadi salah satu prioritas dari bangsa kita, dari pemerintah. Setelah kita berhasil mencapai swasembada pangan dalam kurun waktu satu tahun, terutama dalam hal beras, kita ingin mengejar yang berikutnya adalah kerja keras untuk mencapai swasembada energi," kata Prasetyo di Istana.

Keanggotan DEN Libatkan Menteri Sektor Energi

Adapun struktur Dewan Energi Nasional dipimpin langsung oleh Presiden sebagai Ketua.

Dalam periode 2026-2030, Presiden Prabowo Subianto menjabat sebagai Ketua DEN, dengan Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia sebagai Ketua Harian DEN.

Sementara keanggotaan DEN terdiri dari unsur pemerintah dan unsur pemangku kepentingan. 

Unsur pemerintah mencakup tujuh menteri yang membidangi sektor terkait energi, sementara unsur pemangku kepentingan berjumlah delapan orang yang berasal dari kalangan profesional, akademisi, dan masyarakat yang memiliki kompetensi di bidang energi.

Menteri-menteri yang menjadi anggota DEN yakni Mentan Andi Amran Sulaiman, Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy, Mendikti Saintek Brian Yuliarto, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita, dan Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol.

Sementara itu, kedelapan anggota DEN dari unsur pemangku kepentingan yakni Johni Jonatan Numberi, Mohamad Fadhil Hasan, Satya Widya Yudha, Sripeni Inten Cahyani, Unggul Priyanto, Saleh Abdurrahman, Muhammad Kholid Syeirazi, dan Surono.

Komitmen Bahlil

Bahlil mengatakan, DEN di bawah kepemimpinannya hendak mewujudkan swasembada, ketahanan, dan kemandirian energi. 

Ketua Umum Partai Gokar itu menyebut akan memprioritaskan program Presiden Prabowo Subianto.

"Kita tahu semua bahwa salah satu program prioritas Bapak Presiden Prabowo adalah menyangkut dengan kedaulatan energi, ketahanan energi, swasembada energi, yang salah satu instrumen negaranya adalah arah kebijakan roadmap yang dibangun bersama-sama dengan Dewan Energi Nasional," kata Bahlil setelah dilantik.

Bahlil menegaskan sektor energi menjadi perhatian bagi Presiden. Hal itu sejalan dengan Asta Cita, khususnya pada poin ketahanan energi dan ketahanan pangan.

"Ini adalah sebagai bentuk komitmen Bapak Presiden, yang mempunyai perhatian khusus dalam rangka menempatkan energi sebagai skala prioritas pembangunan. Karena dalam berbagai kesempatan di Asta Cita nomor dua, Bapak Presiden selalu berbicara tentang ketahanan energi dan ketahanan pangan," katanya.

Lebih lanjut Bahlil menyebut, Dewan Energi Nasional akan segera menggelar rapat perdana dan melaporkan kepada Presiden untuk melaksanakan sidang pertama. 

Fokus utama yang menjadi arahan Presiden yakni mulai kedaulatan energi tanpa intervensi pihak luar hingga penguatan ketahanan energi.

"Yang berikut adalah kemandirian energi. Kita tahu, kita hari ini masih impor BBM kurang lebih sekitar 30 juta lebih kiloliter, baik solar maupun bensin, dan yang keempat itulah swasembada. Pasti kami akan melakukan bertahap dan tujua akhirnya adalah swasembada," tandasnya.

--- Guche Montero

Komentar