Breaking News

REFLEKSI Catatan Kecil Hari Ultah Jenderal Kiki Syahnakri 22 Apr 2026 19:29

Article image
Jenderal TNI (Purn) Kiki Syahnakri. (Foto: Ist)
Kalaupun tidak menjadi pejabat tinggi, kita bisa berguna bagi sesama dan bangsa dengan pikiran dan apapun yang bisa kita beri.

Oleh Valens Daki-Soo*

 

Hari ini, 22 April, Ultah Bapak Letnan Jenderal TNI (Purn) Kiki Syahnakri.

Secara personal, beliau salah satu figur yang sangat berjasa bagi hidup saya.

Lebih daripada itu, Pak Kiki mengukir prestasi dan dharma bakti bagi Republik tercinta ini.

Meski sangat "low profile" dan tidak suka menonjolkan diri, Pak Kiki Syahnakri dikenal luas sebagai seorang jenderal senior yang punya reputasi tinggi di lapangan: 11 tahun (akumulasi) bertugas di daerah operasi Timor Timur. Dengan demikian, beliau perwira TNI yang paling lama bertugas di medan operasi ini.

Bertempur di hutan dan gunung Timtim, hingga menjadi Danrem Wira Dharma/Dili. 

Karirnya lalu melejit menjadi Asisten Operasi Kepala Staf Angkatan Darat (Asops KSAD), Panglima Penguasa Darurat Militer Timor Timur, Pangdam IX/Udayana, Wakil KSAD.

Pengalamannya yang merentang panjang di Timor Timur diabadikan dalam buku "Timor Timur The Untold Story" (Penerbit Buku KOMPAS, 2013) yang menjadi best-seller atau buku terlaris di jaringan Toko Buku Gramedia kala itu (13 kali cetak ulang). 

Hemat saya, dari empat atau lima buku Pak Kiki, buku tersebut paling fenomenal.

Buku itu sebenarnya dapat dianggap sebagai mozaik pengalaman di medan operasi, dari operasi tempur dan operasi teritorial hingga evaluasi kritis (oto-kritik) terhadap TNI khususnya dan pemerintah Indonesia umumnya.

Catatan evaluatif itu dapat menjadi rujukan historis, aktual dan kontekstual bagi pemerintah dan para pimpinan TNI masa kini dalam melakukan pendekatan yang utuh-padu atau komprehensif-integral di wilayah yang "bermasalah", seperti Papua misalnya.

Pendekatan keamanan (security approach) maupun pendekatan kesejahteraan (prosperity approach) janganlah hanya cantik di atas kertas alias di tataran konseptual-strategis, tapi mesti diimplementasikan secara konkret, jujur dan tulus. 

Karena, seperti Pak Kiki selalu tekankan, operasi militer apapun, terutama di wilayah konfliktual seperti Timtim (saat itu) dan Papua bukan hanya diukur secara kuantitatif. Misalnya, berapa pucuk senjata yang direbut dan berapa jumlah gerilyawan-pemberontak yang dieliminasi.

Namun, seberapa jauh kita bisa memenangkan hati dan pikiran rakyat, "how to win the hearts and minds of the people". 

Kembali ke konteks pribadi, kita semua pasti mendapat banyak berkat dalam hidup. Salah satu anugerah atau berkat Tuhan bagi saya adalah mengenal dan kemudian bekerja untuk/bersama Pak Kiki. 

Sejak 1998 saya menjadi staf khusus beliau (sambil merangkap sana-sini), saya petik banyak pelajaran tentang hidup, perjuangan, spirit nasionalisme dan dedikasi tiada akhir bagi NKRI.

Di kantor kami di Gedung Artha Graha, kawasan SCBD, Jakarta (Pak Kiki sejak pensiun hingga hari ini adalah Komisaris Utama Bank Artha Graha Internasional, Tbk), saya tidak hanya mencari nafkah, menghidupi diri.

Di sana, saya juga belajar untuk menempa diri menjadi pribadi yang berarti bagi sesama, alam dan bangsa ini.

Kalaupun tidak menjadi pejabat tinggi, kita bisa berguna bagi sesama dan bangsa dengan pikiran dan apapun yang bisa kita beri.

Selamat Ultah, Jenderal.

Tetap sehat dan bahagia menikmati masa purnabhakti.

Terima kasih atas segala jasa baik.

Berlimpah berkat Tuhan untuk Bapak sekeluarga. Amin...

Merdeka!!!

Salam NKRI.

 

* Penulis adalah Pendiri & Direktur Utama PT Veritas Dharma Satya, Staf Khusus Letjen TNI Purn Kiki Syahnakri (1998-kini), Staf Khusus Komjen Pol Purn Gories Mere (2001-kini)

Komentar