TEKNOLOGI Daftar 10 Negara Paling Sering Serang dan Sasaran Siber, Indonesia Peringkat Pertama Sumber Serangan DDoS 11 Dec 2025 12:41
Cloudflare mengklaim bahwa sistemnya telah memblokir total 8,3 juta serangan DDoS atau rata-rata 3.780 serangan per jam.
JAKARTA, IndonesiaSatu..co-- Indonesia menempati posisi pertama sebagai negara sumber serangan siber terbesar di dunia pada tahun 2025.
Temuan itu diungkap dalam Laporan Ancaman DDoS Q3 2025 yang dirilis Cloudflare, perusahaan penyedia layanan distribusi konten dan perlindungan dari serangan Distributed Denial of Service (DDoS).
Laporan tersebut disusun berdasarkan data jaringan Cloudflare selama periode Juli–September 2025.
“Indonesia merupakan sumber serangan DDoS terbesar di dunia dan telah berada di posisi pertama selama setahun penuh sejak kuartal ketiga 2024,” tulis Cloudflare dalam laporan resminya, melansir Kompas.com, Kamis (11/12/2025).
Dilansir dari laman resmi Cloudflare (4/12/2025), tujuh dari sepuluh negara sumber teratas serangan siber di dunia berada di kawasan Asia, dengan Indonesia memimpin di posisi pertama.
Indonesia merupakan sumber serangan DDoS terbesar dan telah menduduki peringkat pertama di dunia selama setahun penuh, sejak kuartal ketiga 2024.
Bahkan sebelumnya, Indonesia selalu berada di daftar teratas sumber serangan.
Pada kuartal kedua 2024, Indonesia menjadi sumber terbesar kedua, setelah naik dari peringkat yang lebih rendah pada kuartal dan tahun-tahun sebelumnya.
Cloudflare mencatat, dalam lima tahun terakhir (sejak kuartal III-2021), persentase permintaan HTTP DDoS yang berasal dari Indonesia dilaporkan meningkat drastis hingga 31.900 persen.
Selain Indonesia, negara-negara Asia lain seperti Thailand, Vietnam, Singapura, Bangladesh, dan India, juga masuk dalam daftar sumber serangan terbesar pada triwulan III-2025.
Adapun 10 negara sumber serangan DDoS terbesar di dunia kuartal III-2025 menurut Cloudflare yakni: Indonesia, Thailand, Bangladesh, Ekuador, Rusia, Vietnam, India, Hong Kong, Singapura, dan Ukraina.
Selanjutnya, negara yang paling banyak menjadi target serangan siber yakni: China, Turkiye, dan Jerman, menjadi negara yang paling sering menjadi target serangan DDoS pada periode tersebut.
Cloudflare mencatat, sistemnya telah mendeteksi sekitar 8,3 juta serangan DDoS pada triwulan III-2025. Jumlah ini meningkat 15 persen dari kuartal sebelumnya dan 40 persen dibanding kuartal III-2024.
Serangan DDos didominasi oleh botnet bernama Aisuru yang menginfeksi 1-4 juta host di seluruh dunia. Host di sini mencakup berbagai perangkat atau sistem yang terhubung ke internet, seperti komputer, server, router, dan lain-lain.
Botnet Aisuru menginfeksi perangkat dengan serangan ekstrem karena kekuatannya melebihi satu terabit per detik (Tbps) dan lebih dari satu miliar paket per detik (Bpps), sehingga mampu meruntuhkan berbagai layanan dan mengganggu stabilitas internet.
Sedangkan 10 negara target serangan siber terbesar di dunia yakni: China, Turkiye, Jerman, Brasil, Amerika Serikat (AS), Rusia, Vietnam, Kanada, Korea Selatan, dan FFilipin
Industri yang paling banyak diserang Cloudflare juga mencatat perubahan signifikan dalam industri yang menjadi sasaran utama.
Pertambangan, Mineral, dan Logam mengalami lonjakan serangan seiring meningkatnya ketegangan terkait ekspor mineral penting dan isu keamanan siber global. Industri ini naik 24 peringkat dan berada di posisi ke-49 secara global.
Kemudian, ada industri otomotif yang mengalami kenaikan terbesar. Jumlah ini melonjak 62 peringkat dalam satu kuartal dan masuk ke posisi ke-6 industri yang paling banyak diserang.
Adapun, industri keamanan siber juga menjadi target, naik 17 peringkat ke posisi ke-13 secara global.
Pada September 2025, Cloudflare mencatat lonjakan hingga 347 persen dalam serangan DDoS terhadap perusahaan AI generatif.
Lonjakan ini terjadi di tengah meningkatnya perdebatan global terkait risiko AI, etika, dan regulasi, termasuk tinjauan oleh Komisi Hukum Inggris.
Adapun 10 industri paling banyak diserang triwulan III-2025 yakni: Teknologi Informasi & Layanan Telekomunikasi, Perjudian & Kasino, Perbankan & Jasa Keuangan, Ritel Otomotif, Elektronik, Konsumen Media, Produksi & Penerbitan Pertambangan, Mineral & Logam Keamanan Siber.
Cloudflare mengklaim bahwa sistemnya telah memblokir total 8,3 juta serangan DDoS atau rata-rata 3.780 serangan per jam.
--- Guche Montero
Komentar