PENDIDIKAN Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Ende Gelar Advokasi Implementasi G7KAIH 22 Aug 2025 09:56
"Mari satukan tekad untuk menjadikan G7KAIH sebagai bagian integral dari proses pendidikan di kabupaten Ende demi lahirnya generasi emas yang cerdas, berkarakter, serta membanggakan daerah dan bangsa," ajak Kadis Mensi.
ENDE, IndonesiaSatu.co-- Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Ende, menggelar kegiatan Advokasi Implementasi Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat (G7KAIH), Kamis (21/8/2025).
Hadir dalam kegiatan tersebut Tim BPMP Provinsi NTT, para Kepala Bidang lingkup dinas P dan K Kabupaten Ende, para koordinator pengawas jenjang pendidikan dasar, serta para Kepala Sekolah.
Pendidikan: Pilar Pembangunan Bangsa
Dalam sambutannya, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Ende, Mathildis Mensi Tiwe, SE.,M.Si.Akt, menekankan bahwa pendidikan merupakan pilar utama pembangunan bangsa.
Menurut Kadis Mensi, pendidikan tidak semata soal kualitas akademik, tetapi juga soal karakter, moral dan budaya, yang dibentuk secara kuat kepada generasi penerus bangsa.
"Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat (G7KAIH) merupakan ruang untuk meneguhkan komitmen kita dalam membentuk dan mendidik anak-anak agar tumbuh menjadi pribadi yang disiplin, sehat, mandiri, berprestasi, berakhlak mulia, mencintai budaya, dan memiliki kepedulian sosial," kata Kadis Mensi.
Kadis Mensi mengatakan bahwa implementasi G7KAIH merupakan wujud sinergi nyata antara Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kemendikdasmen, Dinas Pendidikan, serta Tim pembina UKS dalam mendukung pembentukan karakter peserta didik.
"Sinergi ini penting, karena pendidikan yang berkualitas tidak mungkin lahir dari kerja sendiri, melainkan lahir dari kolaborasi yang saling menguatkan," ujarnya.
Kadis Mensi menyinggung, Pemerintah Daerah Kabupaten Ende di bawah kepemimpinan Bupati Yosef Benediktus Badeoda dan Wakil Bupati Dr. drg. Dominikus Minggu Mereka, memiliki Visi besar yaitu "Terwujudnya Kabupaten Ende yang Maju, Berdaya Saing, dan Berkelanjutan Berbasiskan Iman dan Budaya Ende-Lio-Nage Sare Pawe."
"Visi ini diterjemahkan dalam misi pembangunan, termasuk peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia melalui pendidikan yang berkarakter, berdaya saing, dan berlandaskan iman serta budaya lokal," katanya.
Dalam konteks ini, sambung Kadis Mensi, G7KAIH memiliki relevansi yang kuat.
"Anak-anak yang kita didik dengan kebiasaan positif akan menjadi generasi unggul yang mampu mengangkat martabat daerah, menjaga budaya, serta siap menghadapi tantangan global," imbuhnya.
Ia menambahkan, melalui G7KAIH, selain menanamkan keterampilan hidup, hal itu juga semakin menumbuhkan rasa bangga sebagai anak Indonesia, terutama bangga sebagai anak Ende yang berakar pada nilai-nilai luhur budaya Ende-Lio-Nage Sare Pawe.
Wujudkan Ende Kota Pendidikan
Kadis Mensi mengatakan bahwa pemerintah terus berkomitmen untuk mewujudkan Ende sebagai Kota Pendidikan.
Menurutnya, hal itu dapat terwujud jika seluruh pemangku kepentingan (sstakeholders memiliki komitmen yang sama untuk membangun SDM sejak dini.
"Maka melalui kegiatan ini, saya mengajak para Kepala Sekolah, guru, tenaga pendidik, dan tim pembina UKS agar sungguh-sungguh menjadi garda terdepan dalam mengimplementasikan G7KAIH ini di sekolah masing-masing," ajak Kadis Mensi.
"Kita ingin memastikan bahwa 7 Kebiasaan Hebat tidak hanya slogan, tetapi benar-benar dihidupi oleh anak-anak kita; baik di sekolah, di rumah, maupun di lingkungan masyarakat," sambungnya.
Pada akhir sambutan, Kadis Mensi tak lupa memberikan apresiasi kepada BPMP Provinsi NTT yang telah menggagas dan memfasilitasi kegiatan tersebut, juga kepada semua pihak yang turut serta mendukung pelaksanaannya.
"Mari satukan tekad untuk menjadikan G7KAIH sebagai bagian integral dari proses pendidikan di kabupaten Ende demi lahirnya generasi emas yang cerdas, berkarakter, serta membanggakan daerah dan bangsa," tutup Kadis Mensi seraya membuka dengan resmi seluruh rangkaian kegiatan advokasi implementasi G7KAIH.
--- Guche Montero
Komentar