Breaking News

TAJUK Filosofi Lidi Bung Karno 01 Feb 2025 08:19

Article image
Proklamator Kemerdekaan dan Pencetus Pancasila, Bung Karno. (Foto: Ist)
Filosofi lidi Bung Karno mengingatkan kita bahwa keberagaman Indonesia adalah berkat dan kekuatan bangsa Indonesia. Namun, sebaliknya jika tidak disyukuri dan dikelola dengan baik, maka justru akan menyebabkan perpecahan dan pertikaian.

Di tengah problem korupsi, kejahatan struktural dan pertikaian sesama anak bangsa, kita perlu menimba hikmah dari pendiri bangsa kita, Bung Karno.

“Tetapi jikalau lidi-lidi itu digabungkan, diikat menjadi sapu, mana ada manusia bisa mematahkan sapu lidi yang sudah terikat, tidak ada saudara-saudara. Ingat pepatah orang tua, rukun agawe santosa, artinya jikalau kita bersatu, jikalau kita rukun, kita menjadi kuat” (Bung Karno).

Bung Karno menyadari bahwa Indonesia adalah negara megadiversity karena memiliki 6 agama, 187 aliran kepercayaan, 742 bahasa, dan 1340 suku bangsa.

Fakta keberagaman ini diikat dalam semangat nasionalisme, komitmen sebagai satu bangsa. Indonesianis Ben Anderson secara kagum memuji bangsa Indonesia sebagai “Immagined Communities, “sebuah komunitas politis dan dibayangkan terbatas secara inheren dan memiliki kedaulatan.” Mustahil sesama anak bangsa untuk benar-benar pernah berinteraksi karena keluasan wilayah dan keberagaman.

Filosofi Lidi Bung Karno mengingatkan kita bahwa keberagaman Indonesia adalah berkat dan kekuatan bangsa Indonesia. Namun, sebaliknya jika tidak disyukuri dan dikelola dengan baik, maka justru akan menyebabkan perpecahan dan pertikaian.

Kita diajarkan untuk bersatu, bekerja sama dalam semangat gotong royong, karena bekerja sendiri tidak akan mengantar bangsa mencapai tujuan. 

Modernisasi dan globalisasi dunia membutuhkan persatuan bangsa yang kuat, dan tidak memberi tempat kepada segelintir yang berusaha mengejar kepentingan egoisme pribadi dan golongan.

Karena itu, semangat cinta tanah air harus menjadi fondasi persatuan dan komitmen membangun bangsa. Generasi penerus bangsa harus diajarkan untuk memiliki semangat cinta tanah air dan komitmen persatuan dalam membangun bangsa.

Desain pendidikan Indonesia harus memberi khusus penanaman cinta tanah air dan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari.

“Jikalau kita bersatu, jikalau kita rukun, kita menjadi kuat.” Inilah harapan visioner dari Bung Karno untuk bangsa kita saat ini dan ke depan. Apakah kita bisa?

Salam Redaksi IndonesiaSatu.co

Komentar