Breaking News

INTERNASIONAL Gelar Operasi, Rusia Bergerak Maju ke Wilayah Kursk 10 Mar 2025 15:41

Article image
Pasukan Ukraina bersiap menghadapi serangan pasukan Rusia. (Foto: Ist)
Blogger perang Two Majors mengatakan pasukan Rusia telah membersihkan pemukiman Ivashkovsky dan bahwa unit-unit Rusia maju ke Kursk dari tujuh arah.

KURSK, IndonesiaSatu.co -- Pasukan Rusia terus bergerak maju di wilayah Kursk pada hari Senin (10/3/2025) sebagai bagian dari operasi pengepungan besar-besaran untuk memaksa ribuan tentara Ukraina melarikan diri atau menyerah di Rusia barat, kata para blogger perang pro-Rusia.

Pasukan Ukraina merebut sekitar 1.300 km persegi (500 mil persegi) wilayah Kursk Rusia pada bulan Agustus 2024. Hal ini dilakukan Kyiv sebagai upaya untuk mendapatkan posisi tawar dalam negosiasi di masa mendatang dan untuk memaksa Rusia mengalihkan pasukan dari Ukraina timur.

Namun pada pertengahan Februari, Rusia telah merebut kembali sedikitnya 800 km persegi (300 mil persegi) wilayah di Kursk dan dalam beberapa hari terakhir melancarkan serangan besar-besaran dari berbagai arah yang mengancam akan memutus jalur pasokan Ukraina dan rute potensial penarikan pasukan.

Blogger perang Two Majors mengatakan pasukan Rusia telah membersihkan pemukiman Ivashkovsky dan bahwa unit-unit Rusia maju ke Kursk dari tujuh arah.

Yuri Podolyaka, seorang blogger militer pro-Rusia kelahiran Ukraina, mengatakan bahwa ia kesulitan mengikuti perkembangan karena kemajuan Rusia begitu cepat dan unit-unit Ukraina terjebak di beberapa kantong di Kursk.

"Selama empat hari terakhir, pasukan Rusia telah membersihkan banyak wilayah di wilayah Kursk yang terkadang tidak dapat mereka bersihkan dalam beberapa bulan," kata seorang blogger Rusia yang dekat dengan kementerian pertahanan yang menggunakan nama Rybar.

"Garis depan telah ditembus," kata Rybar, seraya menambahkan bahwa pasukan Rusia meringkuk di dalam perbatasan Ukraina untuk memutus jalan utama yang mengarah keluar dari Kursk ke Ukraina.

Pasukan Rusia pada hari Minggu (9/3/2025) merebut kembali tiga permukiman lagi di Kursk setelah pasukan khusus menyelinap bermil-mil melalui pipa gas di dekat kota Sudzha dalam upaya untuk mengejutkan pasukan Ukraina.

Kemajuan Rusia pada tahun 2024 dan perubahan kebijakan AS terhadap Ukraina dan Rusia oleh Presiden AS Donald Trump telah menimbulkan kekhawatiran di antara para pemimpin Eropa bahwa Ukraina akan kalah perang dan bahwa Trump memunggungi Eropa.

Amerika Serikat telah menghentikan bantuan militer dan informasi intelijen dengan Ukraina bulan ini setelah pertemuan antara Trump dan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy pada 28 Februari berubah menjadi pertikaian di depan media dunia.

---R.Kono

Komentar