Breaking News

PENDIDIKAN Gerakan #AyoMenulis Standardpen Libatkan Ribuan Anak di Maumere 08 Aug 2017 23:44

Article image
Sebanyak 1.400 siswa dari 9 SD di Maumere, Flores ikut serta dalam kegiatan #ayomenulis yang digelar Standardpen, Senin (7/8/2017). (Foto: Ist)
Ajakan #ayomenulis yang merupakan bagian dari kegiatan Satu Juta Bolpoin Untuk Anak Indonesia.

MAUMERE, IndonesiaSatu.co -- Produsen alat tulis asli Indonesia, PT Standardpen Industries melakukan gerakan #ayomenulis, dengan menggelar sejumlah kegiatan guna menghadirkan kembali kesempatan yang menjadi hak anak-anak Indonesia untuk belajar menulis dengan tangan dan juga membaca sejak dini.

Ajakan #ayomenulis yang merupakan bagian dari kegiatan Satu Juta Bolpoin Untuk Anak Indonesia ini telah berlangsung dari pinggiran kota di wilayah Barat hingga Timur Indonesia. Diantaranya; Gunung Sinabung Sumatera Barat, Madura, Pulau Bawean, Jember, Banyuwangi, Situbondo, Pati, Malang, Lamongan, Gunung Slamet, Kulonprogo Yogyakarta, Pandeglang, Serang Banten dan Jakarta Barat.

Dan tahun ini, Standardpen hadir menemui anak-anak di Timur Indonesia diantaranya yaitu; Flores (Maumere, Ende, Bajawa), Nusa Tenggara Barat (Sumbawa Besar, Tambora) dan Bulukumba Sulawesi Selatan dan Mandar Sulawesi Barat.

Hari Senin 7 Agustus 2017, gerakan #ayomenulis Standardpen mengajak ribuan anak-anak SD di kota Maumere untuk meningkatkan minat baca tulis. “Kami berharap anak-anak Indonesia di Maumere khususnya mulai mengenal kembali baca buku dan menuliskan cerita rakyat atau sesuai tradisi budaya, adat istiadat, atau kearifan lokal lainnya, atau pengalaman liburan mereka dengan tangan,” kata Shara Christanti, Public Relations PT Standardpen Industries di sela acara tersebut.

Hasil riset Harvard University, Amerika Serikat, menjelaskan bahwa ada lima manfaat menulis bagi anak-anak. Mengurangi stres, belajar mengeluarkan pendapat secara bijak, belajar merangkai kata, melatih kesabaran, serta menambah ilmu dan wawasan.

Dalam kesempatan ini sekitar 1.300 anak dari 9 SD di Kecamatan Alok, Kabupaten Sikka, Flores, Nusa Tenggara Timur, mengikuti kegiatan belajar menulis surat untuk Presiden RI. Anak-anak bercerita tentang kampungnya yang damai, Maumere yang kaya dengan potensi laut, memiliki tenun ikat dengan pewarna alami yang begitu indah, punya destinasi wisata pantai Koka yang menawan, dan musik asli 'gong wani' dengan bunyi yang khas, serta lingkungan yang rukun baik di rumah maupun sekolah.

“Pesan damai serta berbagai cerita tentang tradisi leluhur dan keindahan alam Maumere dari perspektif anak-anak ini dituliskan ke dalam surat untuk melatih mereka bahwa apa yang mereka rasakan, apa yang mereka lihat adalah sesungguhnya pesan yang bisa ditiru juga dirasakan oleh anak-anak Indonesia lainnya,” kata Nury Sybli, penggerak literasi, yang lebih dikenal dengan Ibu Baca Tulis (oleh karena kepedulian yang tinggi melatih anak-anak suku Baduy di Prov.Banten untuk mengenal membaca dan menulis).

Ratusan surat ini ditujukan kepada Presiden RI, Joko Widodo agar harapan anak-anak tentang kehidupan yang rukun bisa terus terjaga di bumi Nusantara, juga keindahan alam Flores yang layak untuk dikunjungi oleh seluruh masyarakat Indonesia. “Ada banyak cara sederhana yang bisa kita lakukan untuk memupuk semangat menghargai perbedaan pada anak-anak, seperti melihat banyaknya keragaman bahasa, warna-warni pakaian daerah, bervariasinya makanan sampai cara beribadah,” papar Nury.

Kegiatan menulis surat untuk Presiden ini diharapkan menjadi pengalaman yang bernilai dan menjadi tradisi bagi anak-anak dalam menulis dengan tangan. “Menulis selain mengasah kinerja otak juga dapat membantu anak-anak menjadi kreatif. Kami mengandalkan guru dan orang tua untuk dapat membantu melestarikan menulis dengan tangan,” kata Shara menimpali.

Cinta Produk Indonesia

Dalam kegiatan #ayomenulis di Maumere ini, Standardpen membagikan 15,600 batang bolpoin legendaries AE7 dengan pilihan warna dan desain baru, juga tas sekolah untuk ke 1.500 anak di wilayah Maumere.

Standard AE7 menjadi legenda turun temurun dengan pilihan warna hitam dan biru saja, tapi saat ini Standardpen beranjak menciptakan bolpoin berbody warna warni yang sesuai dengan tren anak muda. AE7 dikenal sebagai pulpen terbaik yang banyak disukai masyarakat terutama dikalangan pelajar. Bukan hanya berwarna tetapi kualitas tulisan dari AE7 menjadi identitas berkembangnya Standardpen, perusahaan bolpoin terbesar di Asia Tenggara yang memiliki karyawan seluruhnya asli orang Indonesia.

Di sisi yang lain sebagai kampanye Cinta Produk Indonesia, Standardpen juga berusaha menjaga kualitas demi kepuasan konsumen dalam menggunakan produk alat tulis lokal. Sebab saat ini begitu banyak produk alat tulis impor dari luar negeri yang beredar di masyarakat, namun kualitasnya tidak memuaskan, bahkan ada yang memalsukan brand terkenal baik brand lokal maupun produk luar.

"Kami sangat berharap pemerintah untuk terus mendukung peggunaan produk dalam negeri secara konsisten. Sehingga anak-anak di Indonesia dapat mencintai produk dalam negeri yang tentu tidak kalah kualitasnya dengan produk luar," tegas Megusdyan Susanto, CEO PT Standardpen Industries.

Sebabnya, lanjut Megusdyan, proses produksi alat tulis saat ini sudah menggunakan teknologi terkini, seperti penggunaan mesin canggih dari Jepang hingga Swiss karena pembuatan bolpoin yang sangat kompleks. “Untuk menghasilkan satu batang bolpoin dibutuhkan mesin yang kuat, disiplin, quality control yang ketat, serta bahan yang bermutu. Dari satu batang bolpoin saja proses yang dilalui sangat rumit dan dibutuhkan ketelitian. Jadi sangat disayangkan kalau usaha dan investasi kita tidak didukung penuh oleh pemerintah,” pungkas Megusdyan.

--- Sandy Javia

Komentar