Breaking News

PENDIDIKAN Gubernur NTT Dikukuhkan Jadi Anggota Kehormatan Menwa Mahadana 21 Feb 2026 10:14

Article image
Gubernur NTT, Melki Laka Lena dikukuhkan menjadi anggota Kehormatan Resimen Mahasiswa Mahadana. (Foto: Dok. Biro Adpim)
Gubernur Melki mendorong setiap perguruan tinggi di NTT memiliki Menwa atau membangun kolaborasi antar kampus agar mahasiswa dapat terwadahi dalam organisasi tersebut.

KUPANG, IndonesiaSatu.co-- Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Emanuel Melkiades Laka Lena, resmi dikukuhkan sebagai anggota kehormatan Resimen Mahasiswa Mahadana.

Pengukuhan ditandai dengan penyematan baret ungu oleh Ahmad Riza Patria, sebagai simbol sinergi antara pemerintah daerah dan komponen cadangan pertahanan negara.

Acara pengukuhan ini dilangsungkan saat Gubernur NTT menghadiri Pelantikan Komandan Resimen Mahasiswa Mahadana NTT Periode 2025–2028, Fahmi Haji Abdullahi, bertempat di Lantai 3 Aula Rektorat Universitas Nusa Cendana, Kamis (19/2/2026).

Mahasiswa sebagai Agen Perubahan

Dalam sambutannya, Gubernur Melki menekankan bahwa Resimen Mahasiswa (Menwa) harus menjadi contoh bagi generasi muda melalui semangat juang, pantang menyerah, serta kepekaan sosial dan kecintaan terhadap tanah air.

Gubernur menyebut mahasiswa sebagai agen perubahan, yang secara historis selalu berada di garis depan dalam menjaga nilai demokrasi, persatuan, dan keadilan sosial. Karena itu, keberadaan Menwa dinilai memiliki arti strategis.

“Resimen Mahasiswa bukan hanya organisasi semi-militer di lingkungan kampus, tetapi wadah pembinaan karakter, disiplin, kepemimpinan, serta penguatan wawasan kebangsaan. Mahasiswa NTT harus tampil sebagai benteng nilai kebangsaan sekaligus jembatan persaudaraan di tengah dinamika kawasan perbatasan,” kata Gubenur.

Gubernur Melki menerangkan, melalui semboyan Widya Castrena Dharma Siddha yang bermakna penyempurnaan pengabdian dengan ilmu pengetahuan dan keprajuritan, Menwa dituntut memadukan kecerdasan intelektual dengan ketangguhan mental dan fisik.

Ia menyinggung, dalam konteks pembangunan NTT, dibutuhkan generasi muda yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga kuat secara karakter dan memiliki semangat bela negara.

Gubernur mendorong setiap perguruan tinggi di NTT memiliki Menwa atau membangun kolaborasi antar kampus agar mahasiswa dapat terwadahi dalam organisasi tersebut.

“Pemerintah Provinsi NTT senantiasa mendukung pengembangan potensi generasi muda, termasuk melalui pembinaan organisasi kemahasiswaan seperti Menwa, sebagai bagian dari upaya membangun SDM unggul menuju NTT yang maju dan berdaya saing,” ujarnya.

Gubernur Melki tak lupa memberikan apresiasi atas kehadiran Ahmad Riza Patria dalam kapasitasnya sebagai Wakil Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal RI sekaligus Dankonas Menwa.

Menurutnya, kehadiran pimpinan nasional Menwa tersebut menjadi bentuk dukungan nyata pemerintah pusat terhadap pembinaan generasi muda di daerah perbatasan seperti NTT.

Sementara itu, Ahmad Riza Patria dalam sambutannya memaparkan sejarah Resimen Mahasiswa Indonesia yang digagas pada 1959 oleh Jenderal A.H. Nasution untuk memperkuat komponen cadangan pertahanan negara di tengah luasnya wilayah Indonesia dan keterbatasan personel.

“Menwa harus setia pada kepentingan besar negara dan memberi dampak nyata bagi kehidupan sosial kemasyarakatan. Kini Menwa juga harus hadir mendampingi program pemerintah hingga ke pelosok desa,” katanya.

Riza Patria juga mengingatkan agar anggota Menwa tetap menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi dengan baik, sehingga mampu melahirkan sumber daya manusia yang berwawasan luas, kreatif, mandiri, serta berjiwa patriot.

Sementara itu, Rektor Universitas Nusa Cendana (Undana), Jefri S. Bale, turut menyampaikan harapannya agar Menwa Mahadana tetap adaptif menghadapi dinamika perubahan serta menjaga keseimbangan antara tugas akademik dan pengabdian organisasi.

“Menwa harus tetap fokus menyelesaikan studi tepat waktu dan menghasilkan karya akademik yang bermutu, sekaligus menjadi kader penggerak perubahan dan meningkatkan sinergi dalam pembangunan hingga ke desa-desa,” kata Rektor.

Komandan Menwa Mahadana NTT periode 2025–2028, Fahmi Haji Abdullahi, mengatakan bahwa jabatan yang diembannya merupakan tanggung jawab moral dan kebangsaan yang harus dijalankan secara profesional sesuai peraturan perundang-undangan, termasuk Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Sumber Daya Nasional.

“Menwa bukan sekadar organisasi mahasiswa, tetapi bagian dari komponen pendukung pertahanan negara. Kami berkomitmen menjadikan Menwa organisasi yang profesional, modern, adaptif, dan tetap berakar pada nilai patriotisme serta kedisiplinan,” tandasnya.

--- Guche Montero

Komentar