Breaking News

REGIONAL Gunung Api Iya di Ende Naik Status ke Siaga, BPBD Imbau Mayarakat Waspada 07 Nov 2024 09:36

Article image
Aktivitas Gunung Api Iya di Kabupaten Ende masuk level Siaga. (Foto: HO)
Pemerintah daerah akan terus berkoordinasi dengan PVBMG untuk meng-update informasi dan memberi imbauan kepada masyarakat," kata Yulius.

ENDE, IndonesiaSatu.co- Pemerintah Kabupaten Ende melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), mengimbau masyarakat untuk tetap waspada.

Imbauan itu terkait peningkatan aktivitas Gunung Iya dari level II (Waspada) ke level III (Siaga).

Imbauan ini disampaikan oleh Sekretaris BPBD Kabupaten Ende, Yulius Emanuel Riwu, sebagai respon atas peningkatan status Gunung Api Iya di Kabupaten Ende, sebagaimana siaran pers oleh Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG)Badan Geologi Kementrian Energi dan Sumber Daya Mineral RI yang dirilis pada Selasa (5/11/2024), pukul 18.00 Wita.

"Sesuai arahan dari Bapak Penjabat Bupati, kami akan sosialisasikan informasi PVMBG itu kepada masyarakat disertai dengan imbauan, khususnya bagi warga yang berada sekitar kawasan Gunung Iya untuk sementara ini mengurangi atau bahkan tidak sama sekali melakukan aktivitas sesuai rekomendasi dari PVMBG," kata Yulius.

Yulius mengatakan, jika diharuskan, pihaknya secara khusus akan mengarahkan warga di Kecamatan Ende Selatan, khusus Kelurahan Tanjung dan Arubara, Tetandara, Rukun Lima, serta Kelurahan Paupanda, untuk mengamanakan diri dengan cara mengungsi.

“Kami harapkan masyarakat tetap tenang dan waspada, jangan panik dan tidak terpengaruh dengan berita-berita yang tidak jelas sumber informasinya. Pemerintah daerah akan terus berkoordinasi dengan PVBMG untuk meng-update informasi dan memberi imbauan kepada masyarakat," katanya.

Dalam Siaran Pers yang dikeluarkan PVBMG berdasarkan pengamatan visual pencatatan instrumental, terdapat aktifitas Gunung Api Iya yang signifikan sejak 1 Oktober 2024 hingga 4 November 2024.

Telah terjadi kegempaan sebanyak 28 kali Gempa Tremor Harmonik, 77 kali Gempa Tremor Non Harmonik, 2 kali Gempa Tornillo, 3 kali Gempa Low Frekuensi, 2 kali Gempa Vulkanik Dangkal, 173 kali Gempa Vulkanik Dalam, 63 kali Gempa Tektonik Lokal, 56 kali Gempa Tektonik Jauh, dan Gempa Tremor Menerus amplitudo 1–1,8 mm, dominan 1,5 mm.

Selanjutnya, instrumental gempa dangkal yang terekam yaitu kegempaan tremor sejak tanggal 16 Oktober 2024 menandakan adanya pergerakan atau peningkatan tekanan magma menuju permukaan.

--- Guche Montero

Komentar