INTERNASIONAL ISIS Klaim Bertanggung Jawab atas Dua Serangan Bom di Gereja Koptik 10 Apr 2017 08:04
Kelompok radikal ISIS baru-baru ini merilis sebuah video yang menyiarkan sumpah untuk mengintensifkan serangan terhadap umat Kristiani.
KAIRO, IndonesiaSatu.co -- Organisasi teroris ISIS menyatakan bertanggung jawab atas serangan bom di dua gereja Koptik di kota Tanta dan Alexandria, Mesir, Minggu (9/4/2017), waktu setempat. Dua ledakan bom itu menewaskan sedikitnya 36 orang dan melukai ratusan orang lainnya.
Mengutip kantor berita Amaq, Spiegel Online (Minggu, 9/4/2017) menyebutkan, kelompok teroris ISIS mengklaim sebagai otak di balik serangan bom di dua gereja tersebut.
Seperti diberitakan sebelumnya, ledakan pertama menghancurkan salah satu bagian dalam gereja Koptik di kota Delta Nil Tanta dan menewaskan setidaknya 26 orang dan melukai lebih dari 70 orang. Sedangkan ledakan kedua terjadi di depan sebuah gereja Kotpik di kota Alexandria. Bom kota pelabuhan itu menewaskan 11 orang dan melukai 66 orang lainnya.
Dalam beberapa tahun terakhir serangan kelompok militan yang menargetkan minoritas Kristen Koptik di Mesir meningkat. Pada Desember 2016 ledakan bom juga menghantam Katedral Koptik di Kairo dan menewaskan 25 anggota jemaat yang sedang mengikuti ibadah atau misa. ISIS juga mengklaim bertanggung jawab atas serangan bom bunuh diri tersebut.
Pada Februari lalu, sejumlah keluarga dan para pelajar Kristen di Sinai harus melarikan diri akibat aksi pembunuhan terhadap kaum minoritas Koptik oleh kelompok militan. Diduga, ISIS berada di balik aksi kejam tersebut.
Kelompok radikal ISIS baru-baru ini merilis sebuah video yang menyiarkan sumpah untuk mengintensifkan serangan terhadap umat Kristen.
Aksi kekerasan terbaru terhadap umat Kristen Koptik pada hari ini terjadi hanya tiga pekan menjelang lawatan Paus Fransiskus ke Kairo. Pemimpin tertinggi umat Katolik dunia itu dijadwalkan berkunjung ke Mesir pada akhir April mendatang.
--- Rikard Mosa Dhae