Breaking News

INTERNASIONAL Israel Serukan Warga Lebanon Selatan Segera Mengungsi 23 Sep 2024 16:03

Article image
Wilayah Libanon selatan yang menjadi target serangan balasan Israel. (Foto: AFP)
Israel menuding Hizbullah mengubah pemukiman sipil di Lebanon selatan menjadi pangkalan militer dan menempatkan peluncur roket tersembunyi dan infrastruktur lainnya.

YERUSALEM, IndonesiaSatu.co -- Militer Israel menyerukan warga sipil di Lebanon selatan untuk segera mengungsi dari rumah dan bangunan lainnya, Senin (23/9/2024), terkait serangan skala besar Israel terhadap terhadap kelompok Hizbullah di wilayah tersebut.

Dilansir AFP, Senin (23/9/2024), warga Lebanon menerima pesan teks yang mendesak mereka untuk menjauhi bangunan atau gedung yang telah digunakan Hizbullah untuk menyimpan senjata.

"Jika Anda berada di bangunan atau gedung yang menyimpan senjata untuk Hizbullah, menjauhlah dari sana hingga pemberitahuan lebih lanjut," demikian bunyi pesan berbahasa Arab tersebut, menurut media Lebanon seperti dikutip dari AFP.

Seruan Israel itu merupakan peringatan pertama sejak konflik tingkat rendah antara Israel dan Hizbullah dan setelah saling serang yang sangat hebat, Minggu (22/9/2024).

Israel menuding Hizbullah telah mengubah pemukiman sipil di Lebanon selatan menjadi pangkalan militer dan menempatkan peluncur roket tersembunyi dan infrastruktur lainnya.

Tindakan Hizbullah itu akan memicu operasi pengeboman yang sangat besar oleh militer Israel dalam waktu dekat.

Diberitakan, Hizbullah meluncurkan lebih dari 100 roket, rudal, dan pesawat tak berawak ke Israel utara sebagai balasan atas serangan baru-baru ini yang menewaskan seorang komandan tinggi dan puluhan pejuangnya.

Hizbullah berkali-kali menegaskan untuk melanjutkan serangannya terhadap Isael sebagai bentuk solidaritas dengan Palestina dan Hamas, kelompok militan Palestina yang didukung Iran.

Otoritas militer Israel mengatakan, Israel akan fokus pada operasi udara dan tidak memiliki rencana segera untuk operasi darat.

Disebutkan pula, serangan Israel ditujukan untuk membendung kemampuan Hizbullah meluncurkan lebih banyak serangan udara ke wilayah Israel.

Sebagian besar warga sipil di kedua sisi perbatasan telah mengosongkan tempat tinggalnya karena serangan Israel dan Hizbullah terjadi hampir setiap hari.

--- Hendrik Penu