Breaking News

FILM Jejak Gelap Mafia Kuasai Hollywood: Sejarah Kejahatan Terorganisir di Balik Gemerlap Sinema 14 Aug 2026 10:45

Article image
Serial dokumenter 'Hollywood Crime Story' membongkar sejarah kelam keterlibatan mafia dan sindikat kejahatan terorganisir dalam membangun serta mengendalikan industri perfilman Hollywood

JAKARTA IndonesiaSatu.co ?? Hubungan antara kejahatan terorganisir (organized crime) dan industri perfilman Hollywood ternyata telah mengakar sejak awal kelahiran sinema itu sendiri. Serial dokumenter tiga bagian bertajuk Hollywood Crime Story: The Mob Takes Over the Movies, karya sutradara Tom Patterson, mengupas tuntas relasi simbiosis mutualisme antara mafia dan industri film dari masa ke masa hingga tahun 1990.

Dokumenter ini membagi sejarah panjang tersebut ke dalam tiga era utama:

1. Awal Mula Sinema hingga Era 1960-an (Kekerasan dan Pengaruh Awal)

  • Kelahiran Studio: Ketika Thomas Edison menyewa preman untuk memonopoli teknologi film di Pantai Timur AS, para pebisnis melarikan diri ke Pantai Barat dan mendirikan Hollywood.
  • Investasi Bos Mafia: Di tengah era Prohibition, bos mafia Chicago Al Capone mengirim bawahannya, Johnny Roselli, ke Hollywood. Pinjaman uang dari Roselli membantu Harry Cohn membeli saham penuh Columbia Pictures, menandai masuknya dana mafia ke studio besar.
  • Teror & Serikat Pekerja: Tokoh seperti Bugsy Siegel dan Mickey Cohen menyusup ke kalangan elite, menguasai serikat pekerja (seperti IATSE dan Teamsters), hingga sempat merencanakan pembunuhan terhadap Presiden Screen Actors Guild (SAG), James Cagney.

2. Akhir 1960-an hingga Awal 1980-an (Era 'Supermob' dan Ruang Rapat)

  • Kekuasaan di Ruang Rapat: Mafia beralih dari kekerasan fisik ke strategi korporasi melalui aliansi Supermob Kosher Nostra) dipimpin oleh tokoh seperti pengacara Sidney Korshak dan agen berpengaruh Lew Wasserman. Mereka mengontrol casting, pendanaan, hingga negosiasi bawah meja.
  • Lahirnya The Godfather: Dipimpin Presiden Paramount Robert Evans dan disetujui bos mafia Joe Colombo, film ini meledak di pasaran. Menariknya, film ini justru menginspirasi balik gaya hidup mafia nyata di dunia nyata (ritual mencium cincin capo, pesta megah, dan kode rahasia).

3. Dekade 1980-an (Pornografi, Kokain, dan Model Film Independen)

  • Pencucian Uang & Film Cult: Tokoh terafiliasi mafia menggunakan uang dari bisnis pornografi untuk membiayai dan mendistribusikan film seperti Enter the Dragon dan The Texas Chainsaw Massacre, meletakkan fondasi model distribusi film independen era 90-an.
  • Skandal Kokain: Bisnis kokain yang merebak di kalangan elite Hollywood menyeret produser Robert Evans ke kasus pembunuhan dalam produksi film The Cotton Club (1984), yang menghancurkan reputasinya.

Evolusi Kejahatan di Era Digital

Dokumenter ini sengaja menutup pembahasannya di era 1990—yang ditandai oleh film Goodfellas dan The Godfather Part III? ?karena sifat kejahatan terorganisir kini telah berubah. Di era digital saat ini, keterlibatan sindikat kejahatan lebih tersebar melalui pembajakan digital hingga manipulasi platform streaming, namun hubungan saling memengaruhi antara realitas kriminal dan sinema tetap terus berlangsung.

--- Stella Josephine

Komentar