REGIONAL Kapal Monalisa 1 Tenggelam di Perairan Komodo NTT, Cuaca Jadi Penyebab Utama 08 Aug 2024 12:46
Dalam kejadian tersebut, tidak ada korban jiwa, seluruh wisatawan dan kru kapal berhasil dievakuasi.
MANGGARAI BARAT, IndonesiaSatu.co-- Kembali terjadi di kawasan Pariwisata Super Premium, sebuah kapal wisata Monalisa 1 yang mengangkut tiga kru dan lima wisatawan tenggelam di perairan Taman Nasional Komodo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), Kamis (8/8).
Supriyanto Ridwan yang merupakan Kepala Basarnas Maumere, dikutip dari media detik.com, mengatakan kapal Monalisa 1 tenggelam akibat cuaca.
"Karena angin kencang dan gelombang tinggi di perairan antara pulau Batu Tiga dan Pink Beach, kapal tersebut tenggelam sekitar pukul 06.00 Wita, dalam perjalanan dari Labuan Bajo menuju Pulau Padar,"kata Ridwan.
Dalam kejadian tersebut, tidak ada korban jiwa, seluruh wisatawan dan kru kapal berhasil dievakuasi.
Para korban awalnya diselamatkan oleh kapal wisata lain yang melintas dekat lokasi kejadian, setelah itu Tim SAR Gabungan melakukan evakuasi ke Labuan Bajo.
"Pukul 09.20 Wita, Tim SAR Gabungan beserta seluruh korban tiba di Pelabuhan Marina Labuan Bajo. Selanjutnya korban mendapatkan penanganan medis dari Kantor Kesehatan Pelabuhan Labuan Bajo,"beber Ridwan.
Tenggelamnya Kapal Monalisa 1 menambah daftar kecelakaan berupa tenggelamnya kapal di perairan Taman Nasional (TN) Komodo, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Dalam sepekan terakhir dan masih dibulan Agustus, sudah 2 kejadian yang sama berupa tenggelamnya kapal.
Pada Rabu (1/8), sebuah kapal cepat (speedboat) Refviero di perairan Taman Nasional (TN) Komodo disebabkan oleh kuatnya arus laut.
Hal tersebut disampaikan secara langsung oleh Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Labuan Bajo, Stephanus Risdianto sebagaimana dikutip dari media detik.com, mengatakan kuatnya arus di lokasi kejadian dipicu pasang surut air laut.
Stephanus juga membantah informasi awal yang menyebutkan jika kapal cepat yang mengangkut sebanyak16 wisatawan itu tenggelam.
"Pada saat mendekati Pink Beach 1 terjadi arus kuat akibat pasang surut dan terjadi pusaran yang memutar badan kapal sehingga kapal miring dan terbalik, namun tidak tenggelam," kata Stepanus.*
--- Hendrik Penu
Komentar