KESEHATAN Kasus Mike Mohede (Alm.) dan Pentingnya Deteksi Dini Penyakit Tidak Menular 01 Aug 2016 10:39
Mereka yang berumur di atas 40 tahun dan tidak pernah check up apalagi dengan berbagai faktor resiko seperti obesitas, merokok, hipertensi, hiperkolesterol, hipertrigliserida, diabetes, dan sebagainya dianjurkan untuk segera check up.
JAKARTA, IndonesiaSatu.co -- DUNIA musik Tanah Air kembali berduka atas meninggalnya penyanyi muda dan sangat berbakat, Mike Mohede, Minggu (31/7). Jebolan kontes "Indonesian Idol" itu dikabarkan meninggal karena serangan jantung.
Selain dianugerahi suara emas, salah satu ciri khas yang segera terlihat dari sosok Mike adalah tubuhnya yang tambun. Karena itu, ketika ada seseorang yang memiliki usia muda dan bertubuh gemuk meninggal secara mendadak – seperti Mike – maka selalu dihubungkan dengan jantung. Pertanyaannya, apakah penyakit ini bisa dicegah atau setidaknya dideteksi?
Praktisi kesehatan, Ari Fahrial Syam MD, PhD, FACP, mengatakan, untuk bisa mendeteksi penyakit tidak menular (PTM), seperti halnya jantung, maka dibutuhkan pemeriksaan atau check up. “Satu hal yang bisa mengetahui apakah ada masalah kesehatan pada tubuh kita adalah dengan pemeriksaan kesehatan,” ujarnya di Jakarta, Minggu (31/7).
Dokter Ari mengatakan, check up atau pemeriksaan kesehatan merupakan sebuah upaya untuk mendeteksi adanya kelainan yang terjadi pada tubuh kita, walaupun gejalanya belum timbul. Ada beberapa sakit yang memang hanya dapat diketahui jika kita melakukan check up atau pemeriksaan di laboratorium.
Penyakit-penyakit yang bisa dideteksi dengan pemeriksaan kesehatan antara lain, penyakit kencing manis (DM), kadar kolesterol tinggi dan trigliserida yang tinggi, kadar asam urat yang tinggi, hipertensi dan gangguan jantung. Selain itu pemeriksaan skrining awal adanya kemungkinan kanker dapat dideteksi dengan pemerisaan laboratorium, foto dada serta USG abdomen.
“Oleh karena itu bagi mereka yang berumur di atas 40 tahun dan tidak pernah check up apalagi dengan berbagai faktor resiko seperti umur di atas 40 tahun, obesitas, merokok, hipertensi, hiperkolesterol, hipertrigliserida, diabetes mellitus (DM), riwayat keluarga dengan sakit jantung, kurang olah raga rutin dan stres, dianjurkan untuk segera check up,” ujar Ari.
Seseorang yang mengalami obesitas, dengan indeks massa tubuh lebih dari 30 kg/m2, sangat berisiko dengan berbagai penyakit. Apalagi jika orang tersebut juga mempunyai kadar kolesterol tinggi, sudah terjadi hipertensi, apalagi kalau juga mempunyai kebiasaan merokok dan minum alkohol.
Sebenarnya kita bisa mendeteksi kalau ada sesuatu yang tidak beres pada organ tubuh kita. Sesak nafas, lelah yang tidak seperti biasanya, nyeri di dada terutama dada kiri, nyeri di daerah ulu hati setelah atau saat melakukan aktivitas olah raga tertentu merupakan gejala yang harus kita amati dan dievaluasi lebih lanjut.
Ari mengatakan, pemeriksaan treadmill merupakan salah satu skrining yang bisa mengidentifikasi adanya permasalahan pada jantung kita. Pada waktu pemeriksaan treadmill, kita akan melakukan aktivitas jalan dan secara bertahap berlari di mana aktivitas jantung akan direkam dengan EKG dan tentu dipantau tekanan darah serta nadi dan keluhan lain yng muncul selama kegiatan treadmill tersebut.
Treadmill test (TMT) merupakan salah pemeriksaan check up penting yang harus dijalankan bagi mereka yang berumur di atas 40 tahun, sehingga kelainan jantung dapat diidentifikasi lebih awal. Apalagi bagi mereka yang mempunyai faktor resiko seperti, laki-laki, umur di atas 40 tahun, obesitas, merokok, hipertensi, hiperkolesterol, hipertrigliserida, DM, riwayat keluarga dengan sakit jantung, kurang olah raga, dan stres.
Pemeriksaan laboratorium dasar, kata Ari, meliputi darah perifer lengkap, kadar gula darah, kadar lipid darah antara lain kadar kolesterol tinggi, LDL, HDL, dan trigliserida. Hanya dengan pemeriksaan laboratorium kita mengetahui apakah kita memiliki kadar gula darah kita tinggi atau kadar kolesterol tinggi.
“Tidak ada proses penyakit yang terjadi tiba-tiba tetapi manifestasi klinisnya bisa tiba-tiba, cuma masalahnya gangguan kesehatan harus diidentifikasi dengan pemeriksaan, check up merupakan hal penting yang harus rutin dilakukan, sehingga kita tidak akan terkejut bila ada kematian mendadak yang terjadi disekitar kita,” ujar Dokter Ari.
---
Komentar