Breaking News

PENDIDIKAN Mendikdasmen RI Resmikan Revitalisasi Sekolah di NTT 06 May 2026 11:57

Article image
Mendikdasmen dan Gubernur NTT berpose bersama kepala Sekolah penerima revitalisasi. (Foto: Idin)
"Bantuan ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah untuk meningkatkan mutu pendidikan dan mempercepat pemerataan kualitas sarana prasarana pendidikan di seluruh Indonesia, termasuk di NTT,” kata Menteri Mu'ti.

KUPANG, IndonesiaSatu.co-- Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) RI, Abdul Mu’ti, didampingi Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Emanuel Melkiades Laka Lena, meresmikan revitalisasi satuan pendidikan se-Provinsi NTT bertempat di SMA Negeri 9 Kota Kupang, Selasa (5/5/2026). 

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program nasional Presiden Prabowo Subianto bertajuk “Wujudkan Sekolah ASRI.”

Acara peresmian disaksikan Anggota DPR RI Komisi X, Anita Gah serta diikuti para kepala sekolah dan segenapbpemangku kepentingan pendidikan dari berbagai daerah di NTT.

Dalam arahannya, Menteri Abdul Mu’ti menyampaikan bahwa pada tahun 2025 pemerintah telah merevitalisasi 576 satuan pendidikan di NTT dengan total anggaran mencapai Rp 589.248.273.428. 

Sekolah penerima bantuan terdiri dari 43 PAUD, 234 SD, 174 SMP, 44 SMK, 9 SLB, dan 8 SKB/PKBM.

“Bantuan ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah untuk meningkatkan mutu pendidikan dan mempercepat pemerataan kualitas sarana prasarana pendidikan di seluruh Indonesia, termasuk di NTT,” kata Menteri Mu'ti.

Untuk wilayah Kota Kupang, tercatat 18 sekolah menerima bantuan dengan total anggaran sekitar Rp 19,3 miliar. Sementara di Kabupaten Kupang, sebanyak 27 sekolah mendapat alokasi anggara sekitar Rp 26,2 miliar.

Menteri Mu’ti menerangkan, pada tahun 2026 pemerintah kembali mengalokasikan anggaran sebesar Rp 225,9 miliar untuk revitalisasi sekolah di NTT. 

Saat ini, sebanyak 299 sekolah telah menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) dan 175 sekolah lainnya akan segera menyusul, sehingga total mencapai 474 satuan pendidikan.

“Angka ini masih bisa bertambah, bahkan kami berharap bisa meningkat dua hingga tiga kali lipat dengan dukungan kebijakan Presiden,” ujarnya.

Selain pembangunan fisik, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah juga telah menyalurkan 8.907 unit panel interaktif secara nasional dengan nilai anggaran mencapai Rp 292,6 miliar. 

Di Kota Kupang, sebanyak 372 unit telah didistribusikan ke sekolah-sekolah, sementara Kabupaten Kupang menerima 596 unit.

Menteri Mu’ti menegaskan, revitalisasi sekolah merupakan bagian dari visi besar Presiden Prabowo Subianto untuk menuntaskan perbaikan seluruh sekolah di Indonesia, paling lambat hingga tahun 2028.

“Ini bukan hanya soal infrastruktur, tetapi juga membangun budaya sekolah yang aman, sehat, bersih, dan indah. Karena itu kami meluncurkan konsep Sekolah ASRI,” paparnya.

Menteri menjelaskan, konsep ASRI mencakup lingkungan belajar yang aman secara fisik maupun sosial, bebas dari kekerasan, serta mendukung tumbuhnya toleransi dan kenyamanan belajar siswa. Hal itu diperkuat melalui Peraturan Menteri Dikdasmen Nomor 6 Tahun 2026 tentang sekolah aman dan nyaman.

Lebih lanjut,enteri Mu’ti menekankan pentingnya kualitas pembelajaran yang tidak hanya berorientasi pada fasilitas, tetapi juga pada penguatan karakter dan pola pikir siswa.

“Kita ingin membangun generasi dengan mindset maju, mental kuat, serta kemampuan ilmu pengetahuan dan teknologi. Pembelajaran harus bermakna, mendalam, dan menggembirakan,” tegasnya.

Menteri Mu'ti juga menyinggung pentingnya pendekatan pembelajaran berbasis Science, Technology, Engineering, Arts, Mathematics (STEAM) sebagai fondasi menghadapi persaingan global di masa depan.

“Dunia ke depan, selain ditentukan oleh kekuatan ilmu pengetahuan dan teknologi, tetapi juga membutuhkan seni dan moralitas,” imbuhnya.

Tiga Arah Pendidikan

Gubernur Melki Laka Lena menyampaikan apresiasi atas dukungan pemerintah pusat terhadap pembangunan pendidikan di NTT.

Gubernur menyebut, bantuan revitalisasi yang diterima NTT dalam dua tahun terakhir menunjukkan perhatian serius pemerintah terhadap kawasan timur Indonesia.

“Tahun lalu, kami menerima bantuan besar, dan tahun ini usulannya meningkat tiga hingga empat kali lipat. Ini menunjukkan kebutuhan sekaligus komitmen kita untuk memperbaiki pendidikan di NTT,” ujar Gubernur.

Gubernur Melkimenegaskan bahwa pembangunan pendidikan di NTT harus berfokus pada tiga aspek utama, yakni kualitas akademik, penguatan karakter, dan kewirausahaan.

“Lulusan SMA, SMK, dan SLB harus unggul secara akademik, memiliki karakter yang baik, serta mampu berwirausaha untuk mengelola potensi daerah,” ujarnya.

Gubernur juga mendorong pengembangan produk-produk hasil karya siswa agar dapat dipasarkan secara komersial melalui jaringan ritel modern, sehingga menjadi sumber pendapatan sekaligus sarana pembelajaran kewirausahaan.

"Semoga perhatian pemerintah melalui bantuan revitalisasi sekolah ini mampu mempercepat peningkatan kualitas pendidikan, memperkuat karakter generasi muda, serta mendukung terwujudnya sumber daya manusia unggul menuju Indonesia Emas 2045," harap Gubernur Melki.

Dalam kegiatan tersebut, suasana haru sempat terjadi ketika seorang siswi SMA Negeri 3 Kalabahi, Kabupaten Alor, Ferona Keren Balol, membacakan kembali surat yang pernah ia kirimkan kepada Presiden Prabowo Subianto.

Surat tersebut berisi ungkapan terima kasih atas perhatian pemerintah terhadap pendidikan di daerahnya itu dibacakan dengan penuh emosi hingga membuat sejumlah hadirin, termasuk Menteri, Gubernur dan segenap hadirin turut terharu.

--- Guche Montero

Komentar